Friday, December 3, 2021
HomeBloggingTPM 2.0 Jadi Syarat Windows 11, Apakah Itu?

TPM 2.0 Jadi Syarat Windows 11, Apakah Itu?

Windows 11 telah rilis, sudah banyak orang mulai beralih ke generasi terbaru dari operating system keluaran Microsoft ini. Sistem minimum yang diminta dan kemudahan upgrade Windows 10 ke Windows 11 pun jadi pemicu pesatnya migrasi orang-orang ke OS teranyar ini.

Mungkin kamu termasuk yang berniat melakukannya. Baguslah, tetapi jika kamu sedikit terhambat karena istilah baru yang kamu dengar, yaitu TPM 2.0 yang diminta sebagai salah satu persyaratan untuk dapat beralih ke Windows 11, jangan khawatir mari kita bahas.

Windows 11 tampak tidak hanya diniatkan untuk membawa sejumlah fitur baru dan tampilan yang lebih segar si mata, namun juga akan meningkatkan sisi keamanan untuk memberikan perlindungan data para pengguna yang lebih baik.

Buktinya adalah dengan dimasukkannya TPM 2.0 menjadi salah satu persyaratan. Di mana TPM 2.0 adalah bagian yang sangat dipentingkan, karena meski perangkatmu punya spesifikasi hardware di atas sistem minimum yang diminta, kamu tetap tidak diperbolehkan untuk naik ke Windows 11 jika dukungan tersebut tidak kamu miliki di perangkatmu.

Silahkan coba saja cek PC-mu menggunakan WhyNotWin11 sebuah aplikasi PC Health Check yang mengidentifikasi apakah perangkatmu sudah mendukung Windows 11 atau belum. Jika komputer atau laptopmu tidak memiliki TPM 2.0 di dalamnya, kamu akan diberi tahu bahwa perangkatmu tidak support untuk Windows 11.

Nah sebenarnya apa itu TPM 2.0 itu? Mengapa sangat penting di Windows 11?

Jika kamu penasaran, silahkan simak penjelasan Pinterinternet yang terperinci soal TPM 2.0 dan cara mengecek ketersediaannya di dalam komputer milikmu.

Apa Itu TPM 2.0?

module TPM 2.0

TPM adalah singkatan dari kata Trusted Platform Module, sebuah hardware berupa chip khusus yang berfungsi untuk memberikan tambahan proteksi keamanan.

Chip ini didesain agar dapat melakukan serangkaian mekanisme proteksi fisik untuk membentengi perangkat dari potensi terjadinya hack pada kunci enkripsi, kredensial pengguna, atau data sensitif lainnya.

Kehadiran TPM di perangkatmu memungkinkan Microsoft untuk dapat memberikan keamanan berlapis pada sistem operasi Windows. TPM 2.0 sendiri merupakan generasi baru yang mengusung arsitektur, algoritma, hingga kemampuan proteksi yang lebih lengkap. Sayangnya, versi teranyar ini memerlukan dukungan UEFI firmware agar dapat berfungsi dengan maksimal.

Sebenarnya pemanfaatan TPM 2.0 sudah dilakukan Microsoft sejak Windows 10 Pro.  TPM 2.0 Windows 10 dapat dimanfaatkan melalui Bitlocker, sebuah Software yang memberi mekanisme keamanan yang dilengkapi perlindungan data.

Perpaduan kedua hardware dan software tersebut dapat menghasilkan proses enkripsi yang memproteksi data pada penyimpanan (SSD atau hard drive) tidak dapat dirusak, dibaca, atau dipindahkan baik secara online maupun offline.

Jadi, dengan menggunakan TPM 2.0 melalui Bitlocker, tidak akan ada cara untuk membuka penyimpananmu kecuali dengan memasukkan kunci 48 digit (default) yang dibuat oleh BitLocker, bahkan dengan menghubungkannya ke perangkat lain sekalipun.

Jika kamu mau mencoba sistem enkripsi ini Windows 10 Pro milikmu, kamu dapat membuka halaman TPM Management for Local Computer melalui halaman Settings > System > Abouts dan pilih menu BitLocker settings.

Sepertinya, fitur ini sukses di Windows 10 Pro ditambah lagi para pengguna PC mulai sangat peduli pada keamanan data mereka, maka Microsoft pun tampak ingin kembali menerapkan hal tersebut di Windows 11.

Pihak Microsoft pun mengatakan, ada beberapa fitur di Windows 11 yang membutuhkan kehadiran TPM 2.0 untuk dijalankan, seperti, Measured Boot, Device Encryption, Device Health Attestation, WD System Guard, Windows Hello, TPM Platform Crypto Provider Key Storage, Secure BIO, DRTM dan vTPM di Hyper-V.

Cara Cek Ketersediaan TPM 2.0 di Perangkat

Nah sekarang bagaimana cara mengetahui apakah komputer atau laptop milikmu sudah menggunakan TPM versi 2.0 atau belum? Ada beberapa metode untuk mengeceknya dan semuanya sangat mudah dilakukan.

1. Cek Melalui Aplikasi PC Health Check

Kamu dapat menggunakan aplikasi PC Health Check seperti WhyNotWin11 untuk mengecek apakah komputer atau laptop milikmu mendukung TPM 2.0 atau tidak, sekaligus mengetahui apa perangkat tersebut kompatibel dengan Windows 11.

Nantinya, Aplikasi PC Health Check terbaru itu akan memberikan informasi yang rinci terkait alasan komputer tidak bisa menjalankan Windows 11. dan jika alasannya adalah tidak adanya TPM 2.0, aplikasi akan menampilkan jendela bertuliskan “TPM 2.0 is a requirement for running Windows 11”.

2. Cek Langsung di PC melalui OS

Selain meggunakan Aplikasi PC Health Check, kamu juga dapat mengeceknya langsung dari OS-mu secara manual. Berikut caranya:

1. Tekan tombol Windows + R pada keyboard

 

2. Lalu ketik tpm.msc kemudia Enter

cara cek tpm 2.0

3. Tunggu hingga halaman TPM Management on Local Computer muncul

4. Pada kolom ‘Status’ kamu dapat melihat apakah TPM sudah aktif atau belum. Sedangkan untuk mengetahui versinya, kamu dapat melihat di bagian Specification Version pada kolom TPM Manufacturer Information.

cara mengetahui jenis TPM

Umumnya, TPM akan aktif secara langsung ketika kamu membeli laptop baru yang terpasang Windows 10. Namun jika kamu merakit PC sendiri, kamu perlu mengaktifkannya dulu melalui BIOS.

Cara Bypass TPM 2.0

Jika kamu memiliki perangkat lama yang kebetulan tidak terintegrasi TPM versi 2.0 ini, maka jangan bersedih. Microsoft telah menambahkan kunci registry baru bernama LabConfig yang memungkinanmu melakukan pengaturan konfigurasi untuk bypass TPM 2.0, Secure Boot, bahkan persyaratan RAM 4GB.

Untuk melakukannya, silahkan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Install Windows 11 jika perangkat tidak memenuhi syarat, akan muncul pesan error “Perangkat ini tidak bisa menjalankan Windows 11”.
  2. Ketika pesan tersebut muncul, tekan Shift+F10 untuk masuk Command Prompt. Kemudian ketik Regedit, lalu enter untuk membuka Registry Editor.
  3. Di Registry Editor, buka HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\Setup. Lalu klik kanan pada Setup dan pilih New > Key. Ketik nama LabConfig dan tekan Enter.
  4. Lalu klik kanan pada LabConfig, kemudian pilih New > DWORD (32-bit) dan buat Value baru dengan nama BypassTPMCheck dan masukkan angka 1.
  5. Selanjutnya buat BypassRAMCheck dan BypassSecureBootCheck, lalu masukkan angka 1.
  6. Tutup Registry Editor, kemudian ketik Exit di Command Prompt lalu Enter.
  7. Kamu akan kembali ke pesan error Windows 11, namun kamu dapat klik tombol Back, lalu pilih versi Windows 11 yang diinginkan.
  8. Proses pemasangan Windows 11 pun kini dapat dilanjutkan.

Namun perlu jadi catatan, dengan bypass seperti ini mungkin saja akan mempengaruhi pada stabilitas dan kinerja Windows 11. Jadi usahakan opsi ini merupakan pilihan terkahir untuk kamu lakukan.

Epilog

Demikianlah informasi terkait TPM 2.0 yang jadi persyaratan Windows 11. Ternyata perangkat ini sangat berguna jika kamu ingin meningkatkan keamanan data yang ada di perangkatmu. Wajar jika Microsoft menekankan keberadaannya, namun meski tidak ada pun kamu tetap dapat melakukan upgrade ke Windows 11 dengan mempraktikkan cara bypass.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments