Investasi Reksadana atau Investasi Crypto, Mana yang Terbaik?

  • 5 min read
  • Jun 08, 2021
Investasi Reksadana atau Investasi Crypto, Mana yang Terbaik

Harus pilih mana, investasi reksadana atau investasi crypto? Banyaknya instrumen investasi yang terus bermunculan memang kerap membingungkan. Para investor terutama yang pemula sering bimbang menentukan kemana uang mereka harus berlabuh, diantaranya kedua instrumen tersebut.

Investasi reksadana adalah salah satu investasi yang ramah untuk pemula, karena uang yang diinvestasikan akan dikelola oleh ahli yang disebut manajer investasi.

Namun di sisi lain investasi crypto pun mulai tampak sangat menjanjikan. Di balik risikonya yang tinggi ada keuntungan besar yang ditawarkan.

Jadi mana yang harus dipilih? Investasi reksadana atau investasi crypto?

Apa Itu Reksadana?

investasi reksadana atau investasi crypto

Agar dapat mebandingkan antara investasi reksadana atau investasi crypto, kamu harus tahu tentang definisi dan cara kerja masing-masing, baik investasi reksadana atau investasi crypto.

Kita mulai dulu dari apa itu reksadana. Reksadana adalah sarana investasi atau bisa disebut wadah yang mengumpulkan dana dari para pemodal, nantinya dana tersebut akan diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya oleh manajer investasi.

Investasi reksadana ini tergolong ramah pemula, karena adanya manajer investasi yang bertugas untuk menentukan ke mana uang milikmu akan diinvestasikan sehingga bisa menghasilkan keuntungan besar untukmu.

Kamu bisa mengetahui informasi-informasi penting terkait investasi reksadanamu melalui dokumen yang disebut prospektus yang disiapkan oleh manajer investasi.

Prospektus ini berisi informasi penting tentang kebijakan investasi dan masalah legalitas dari pihak-pihak pendukung seperti bank kustodian, akuntan, dan kantor hukum. Maka dokumen tersebut sangat wajib untuk kamu baca sebelum memilih reksadana.

Selain itu, dokumen-dokumen penting lainnya seperti laporan keuangan yang akan dibuat oleh kantor Akuntan Publik dan fund fact-sheet yang menunjukan kinerja reksa dana setiap bulannya juga perlu kamu baca untuk bahan pertimbangan dalam menentukan kinerja serta operasional reksa dana.

Kelebihan Reksadana

Diversifikasi Risiko

Manajer investasi akan menyebar dana para investor ke berbagai instrumen investasi reksadana. Karena tidak hanya di satu tempat, jadi jika ada penurunan pada satu instrumen tidak semua aset akan turun nilainya secara bersamaan.

Sebagai salah satu contoh, reksadana saham tidak akan menempatkan dana investasi hanya pada satu saham, uang yang kamu investasikan di reksadana saham akan disebar ke berbagai saham untuk mencegah turunnya nilai investasi.

Ada Manajer Investasi Profesional

Memilih saham-saham yang baik untuk dibeli bukan perkara mudah, hal tersebut memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus. Nah jika kamu memiliki keterbatasan dalam hal ini, investasi reksadana akan membantumu karena adanya manajer investasi.

Manajer investasi adalah seorang profesional yang ditugaskan untuk mengelola uang yang kamu investasikan termasuk dalam memutuskan saham yang dibeli, dijual atau dipertahankan.

Kamu tidak perlu khawatir jika dana yang dimiliki tidak terlalu besar, karena investasi reksadana ini bisa dimulai dengan dana yang tidak terlalu tinggi. Bahkan di layanan reksa dana yang disediakan e-commerce seperti Reksadana Tokopedia atau Bukareksa  minimalnya hanya Rp 10 ribu.

Kekurangan Reksa Dana

Risiko Investasi

Sudah dipastikan setiap instrumen investasi pasti memiliki risiko kerugian. Termasuk reksadana, risikonya bisa rendah, sedang atau tinggi tergantung jenis instrumen investasi yang dipilih.

Secara umum, profil risikonya dikelompokan ke dalam tiga jenis, yaitu:

  • Konservatif, yang dana mayoritas ditanamkan di reksa dana pasar uang.
  • Moderat, yang dana mayoritas ditanamkan di reksa dana campuran.
  • Agresif, yang dana mayoritas ditanamkan di reksa dana saham.

Tingkat Likuiditas

Jangan samakan investasi reksadana dengan tabungan uangmu di bank. Uang tabunganmu di bank dapat diambil setiap saat. Sedangkan reksadana membutuhkan waktu untuk dicairkan, sekitar tiga sampai empat hari.

Apa itu Crypto?

investasi crypto

Crypto atau Cryptocurrency adalah aset digital yang pertama ditemukan pada tahun 2009 ditandai dengan kemunculan Bitcoin yang ditemukan seorang pengembang bernama Satoshi Nakamoto.

Transaksi Cryptocurrency menggunakan sistem peer-to-peer di mana pembelian dan penjualan dilakukan langsung antar pengguna tanpa pihak ketiga seperti bank.

Crypto berjalan di atas teknologi blockchain, yang mencatat transaksi di database setiap pengguna yang  terhubung melalui node peer-to-peer.

Keunikan dari aset kripto adalah pada keamanannya sebagai suatu sistem seluruh catatan transaksi dalam blockchain diawasi semua pengguna, sehingga lebih transparan dari sistem perbankan.

Nilai dari aset kripto sangat ditentukan oleh perilaku penggunanya. Di mana jika ketersediaan (supply) rendah atau artinya para pengguna menimbun asetnya, sedangkan permintaan (Demand) tinggi maka nilai akan naik.

Kelebihan Crypto

Kecepatan dan Kemudahan

Kelebihan yang pertama dari investasi Cryptocurrency adalah kecepatan dan juga kemudahan. Mata uang kripto ini memang sengaja dibuat sebagai solusi dari sentralisasi keuangan dan perbankan konvesional. Sehingga untuk melakukan transaksi harus menunggu proses yang diterapkan oleh bank atau pihak ketiga lainnya.

Dengan Cryptocurrency, transaksi dapat dilakuka dengan lebih cepat dan praktis. Misalnya, kamu harus transfer ke rekening luar negeri, jika melalui bank kamu harus melakukan transaksi tersebut saat bank buka. Sedangkan jika menggunakan Cryptocurrency, kita bisa melakukannya kapan saja.

Keamanan

Faktor kedua yang menarik dari investasi crypto adalah masalah keamanan. Jika mengingat cukup banyaknya kasus peretasan dan pencurian data yang terjadi belakangan ini, Keamanan menjadi hal yang sangat penting.

Oknum-oknum yang menyimpan data pribadi kita berpotensi membocorkan data tersebut kepada pihak lain, bahkan tidak terkecuali bank yang kita percaya sekalipun. Oleh sebab itu, karena pada transaksi crypto kamu dapat menyembunyikan identitas asli, makan investasi crypto dianggap lebih aman.

Potensi kenaikan harga mata uang

fluktuasi investasi crypto

Keunggulan lainnya dari investasi crypto adalah potensi kenaikan nilai mata uang yang begitu besar. Banyak cerita tentang orang-orang yang membeli Bitcoin saat harganya masih rendah, lalu menjadi kaya sebab dia menjual Bitcoin tersebut ketika nilai tukarnya melambung tinggi.

Potensi kenaikan harga yang signifikan ini lah yang membuat para investor tertarik untuk mulai berinvestasi Cryptocurrency.

Biaya Transaksi Rendah

Jika dibandingkan dengan metode pembayaran digital lainnya seperti kartu kredit atau paypal, biaya transaksi aset kripto terbilang lebih rendah. Biasanya biaya transaksi crypto tidak lebih dari satu persen dari nilai yang ditransaksikan.

Investasi reksadana atau investasi cryptocurrency memang cukup rendah dari segi biaya. Namun untuk crypto rasanya jauh lebih ringan karena tidak adanya fee untuk biaya manajer investasi (management fee), bank agen penjual (jika ada), dan bank kustodian (custodian fee).

Kerugian Bitcoin

1. Fluktuasi Harga

Karakteristik investasi cryptocurrency adalah High Risk High Return. Seperti yang dibahas di kelebihannya, di mana harga aset kripto bisa naik signifikan secara tiba-tiba, hal seperti ini juga berlaku terhadap penurunannya.

Fluktuasi harga di aset crypto ini memang tergolong ekstrem. Kenaikan dan tentu penurunannya, bisa luar biasa tajam. Contohnya seperti yang terjadi pada Bitcoin beberapa waktu lalu.

2. Terlalu Bergantung  pada Teknologi

Sistem blockchain memang sangat aman dan transparan, mekanisme peer to peer yang diterapkan membuat proses kontrol sangat solid. Namun bukan berarti teknologi ini 100% aman.

Contohnya, kasus exchange yang di hack di tahun 2019 dan kasus-kasus pembobolan exchange di berbagai negara lainnya.

Selain hack, karena sangat bergantung pada jaringan internet, jika jaringan tersebut down makan bisa membahayakana semua aset kripto.

3. Regulasi

Jika dibandingkan antara investasi reksadana atau investasi crypto, crypto memang terbilang baru di Indonesia. Alhasil, peraturan yang mengatur soal cryptocurrency pun masih cukup baru.

Meskipun peraturan ini memberikan legalitas untuk kegiatan trading crypto di Indonesia, tetapi peraturan tersebut juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi para investor.

Salah satunya adalah ketentuan bahwa exchange bisa berstatus terdaftar di  Bappebti sebagai ““Calon Pedagang Fisik Aset Kripto”, lalu dalam kurun waktu maksimum 1 tahun dapat mengajukan diri untuk menjadi “Pedagang Fisik Aset Kripto”.

Nah, pengajuan setelah 1 tahun ini bisa saja ditolak oleh Bappebti. Jika ditolak, maka status terdaftar dari exchange tersebut akan dicabut dan harus mengembalikan atau mentransfer aset kripto anggota ke exchange lain.

Kemungkinan ini dapat menyulitkan para investor yang sudah berinvestasi menggunakan exchange yang gagal pengajuan tadi.

Kesimpulan

Investasi Reksadana atau investasi crypto menawarkan pilihan investasi yang sama sekali berbeda, alhasil keduanya tidak bisa diukur atau dibandingkan secara fair.

Terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing antara Investasi reksadana atau investasi crypto. Kamu tinggal memilih mana yang lebih cocok dengan preferensi dan kebutuhanmu.

BACA JUGA:  Hanya Modal 10ribu! Ini Dia Investasi Reksadana Tokopedia
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *