Cara Investasi Reksadana di Bibit Praktis

  • 4 min read
  • Jun 06, 2021
Cara Investasi Reksadana di Bibit Praktis

Kemajuan teknologi mempengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk dalam berinvestasi. Salah satunya, muncul aplikasi Bibit yang merupakan platform untuk membantu investasi reksadana. Lalu bagaimana cara investasi reksadana di bibit?

Seperti tujuannya, fitur dan teknologi yang disematkan di aplikasi membuat cara investasi reksadana di Bibit ini lebih praktis dibanding dengan cara konvensional. Selain itu, ada beberapa kelebihan lainnya dan tentu saja ada juga kekurangan dari aplikasi Bibit ini.

Sebelum membahas cara investasi reksadana di Bibit, mari kita bahas terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Bibit Reksadana

Seperti platform lainnya. Bibit juga mempunyai kelebihan dan kekurangan yang bisa dijadikan bahan pertimbanganmu dalam memilih platform untuk investasi reksadana.

Berikut kelebihan dan kekurangan investasi reksadana di Bibit:

1. Kelebihan

Salah satu keunggulan utama melakukan investasi reksadana secara online adalah dari segi biaya yang lebih ringan daripada berinvestasi langsung ke manajer investasi. Namun untuk investasi di Bibit ada kelebihan lain yang menjadikan aplikasi reksadana ini begitu diminati.

Berikut keunggulan investasi reksadana di Bibit:

  • Semua pembelian reksadana di Bibit bebas biaya komisi
  • Minimal investasi rendah, yeitu mulai dari Rp100.000
  • Pencairan dapat dilakukan kapan aja dan cepat tanpa dibebani penalti
  • Tidak ada pajak
  • Keamanan dana lebih terjaga, karena dana yang diinvestasikan langsung ditransfer ke bank kustodian dan dikelola oleh perusahaan yang diakui OJK
  • Adanya Robo Advisor, sebuah teknologi bantuan investasi yang mengacu “Modern Portfolio Theory” hasil riset pemenang Nobel Prize Harry Markowitz
  • Investasi yang dirancang disesuaikan dengan profil risiko investor secara khusus
  • Otomatis Rebalancing yang menjaga alokasi untuk optimal.
  • Kemudahan buka akun dalam hitungan menit tanpa formulir, financial planner, dan spreadsheet

2. Kekurangan

Tidak ada yang sempurna, tentu saja ada beberapa kekurangan dari aplikasi Bibit. Berikut kekurangannya:

  • Masih adanya probabilitas Robo Advisor melakukan kesalahan dalam pemilihan jenis reksadana
  • Produk reksadana yang tersedia masih terbatas
  • Pertanyaan survei terbatas dan pengelompokan profil risiko hanya jadi 10 jenis

Jenis-jenis reksadana di Bibit

Sebaiknya kamu kenal dengan empat jenis reksadana yang tersedia di Bibit, sebelum memutuskan untuk berinvestasi di sana. Apa saja jenisnya?

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang investasinya 100% ditempatkan pada instrumen pasar uang seperti obligasi jangka pendek, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Jenis reksadana ini mampu mengurangi risiko karena pemilihan instrumen dengan periode waktu yang singkat. Jika dibanding jenis lain, reksadana pasar uang bisa dibilang paling kecil risiko. Namun, keuntungannya pun paling kecil daripada yang lain.

Penempatan dana investasi reksadana pasar uang Bibit, yaitu:

  • Deposito Bank Standard Chartered
  • Deposito Bank BNI
  • Deposito Bank OCBC NISP
  • Deposito Bank BTPN
  • Obligasi jangka pendek dari Sarana Multigriya Financial

2. Reksadana Obligasi

Sesuai namanya, reksadana obligasi adalah reksadana yang sebagian besar alokasi investasi ditempatkan pada surat utang (obligasi) jangka panjang. Komposisi portofolio reksadana jenis ini terdiri atas 80% surat utang dan sisanya produk pasar uang.

Keuntungan reksadana obligasi terletak pada pembayaran kupon obligasi alias bunga yang menyebabkan harga reksadana naik.

3. Reksadana Saham

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang alokasi terbesarnya pada efek saham, dengan komposisi 80% efek saham dan sisanya pada surat utang atau pasar uang.

Portofolio ini paling berisiko karena alokasi mayoritasnya pada saham. Namun, risiko yang tinggi tersebut diimbangi dengan potensi keuntungan besar.

Ketika saham yang dibeli mengalami kenaikan harga, NAB (harga) reksadana juga akan naik. Begitu pula sebaliknya, ketika cenderung turun, NAB reksadana juga ikut turun.

4. Reksadana Syariah

Sebenarnya, prinsip reksadana syariah ini sama saja dengan reksadana konvensional. Namun, Dalam pengelolaannya terdapat kebijakan investasi yang megikuti ketentuan syariah. Di mana dana investasi hanya ditempatkan pada perusahaan yang kategorinya halal dan memenuhi rasio keuangan tertentu.

Untuk kategori halal, maksudnya adalah manajer investasi tidak berinvestasi pada:

  1. Perusahaan yang produknya diharamkan oleh syariat Islam, seperti daging babi, miras, bisnis hiburan maksiat, judi, pornografi, dan lainnya.
  2. Perusahaan yang mudarat atau merugikan orang banyak, seperti perusahaan rokok.
  3. Perusahaan yang berbisnis dengan sistem riba (adanya bunga) atau judi (maysir).
  4. Perdagangan tanpa adanya penyerahan barang.
  5. Perdagangan yang mengandung penawaran dan permintaan palsu (bai’ najasy).
  6. Jual beli spekulatif (gharar).
  7. Suap (risywah).

Memenuhi rasio keuangan tertentu, yaitu:

  • Perbandingan total utang yang berbasis bunga dengan total ekuitas tidak lebih dari 82%, artinya modal 55% dan hutang 45%.
  • Perbandingan total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lain dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain kurang dari 10%.

Kebijakan investasi reksadana syariah hanya berinvestasi pada instrumen keuangan yang sesuai syariah Islam, meliputi:

  • Efek Pasar Modal Syariah, yaitu obligasi syariah (sukuk), saham-saham yang ada dalam DES (Daftar Efek Syariah), serta efek surat hutang lain yang sesuai dengan prinsip syariah.
  • Instrumen Pasar Uang Syariah, yaitu Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI), Sertifikat Investasi Mudharabah Antar-bank (SIMA), Certificate of Deposit Mudharabah Muqayyadah (CD Mudharabah Muqayyadah) serta Certificate of Deposit Mudharabah Mutlaqah (CD Mudharabah Mutlaqah).

Cara Registrasi Akun/Rekening Reksa Dana

Cara investasi reksadana di bibit dimulai dengan registrasi akun. Dengan cara sebagai berikut:

  1. Install dan Buka aplikasi Bibit di handphonemu. Aplikasinya dapat di-download dengan mudah melalui App Store atau Play Store. Klik register.

cara registrasi akun Bibit

  1. Selanjutnya, kamu diminta memasukkan tanggal lahirmu, silahkan masukan dengan  format hari-bulan-tahun kelahiranmu

cara registrasi aplikasi bibit

  1. Selanjutnya kamu harus mengisi 6 kuesioner singkat dari Bibit sesuai dengan profil dan tujuan investasimu.

kuesioner aplikasi bibit

  1. Setelah mengisi kuisioner isi nomor handphone. Lalu masukan kode verifikasi yang dikirim via SMS.

verifikasi akun bibit

  1. Setelah verifikasi, kamu diminta mengisi informasi pribadi, seperti alamat email, pendidikan, sumber penghasilan, pendapatan per tahun, dan rekening bank.

cara registrasi di aplikasi bibit

  1. Kemudian, upload foto KTP serta foto selfie dengan KTP. Lalu tanda tangan di tempat yang disediakan.

cara registrasi akun di aplikasi bibit

  1. Selesai upload foto KTP, kamu akan diminta mengisi pin untuk mengamankan transaksimu di bibit. Lalu setelah itu kamu harus melakukan verifikasi email.

cara mengatur pin di bibit

  1. Tunggu proses registrasi, prosesnya akan selesai maksimal 1×24 jam.

 

Cara Pembelian Reksa Dana

Cara investasi reksadana di Bibit dilanjutkan dengan bagaimana cara membeli reksadana di aplikasi bibit, berikut caranya:

  1. Klik “investasi sekarang” di halaman utama aplikasi Bibit

cara membeli reksadana Bibit

  1. Atur nominal investasi sesuai keinginanmu dengan minimal pembelian Rp 100.000, lalu klik beli.

cara investasi reksadana di Bibit

  1. Baca prospektus lalu klik saya menyetujui pembelian reksa dana, setelah itu klik bayar sekarang.

cara investasi di aplikasi bibit

  1. Pilih metode pembayaran. Aplikasi Bibit menyediakan pembayaran melalui Gopay, LinkAja, virtual account atau transfer manual.

metode pembayaran bibit

  1. Setelah itu, klik bayar untuk menyelesaikan pembelian reksa dana dari rekomendasi Bibit.

Langkah-langkah ini merupakan cara pembelian reksa dana yang direkomendasikan aplikasi Bibit. Jika ingin membeli reksadana sesuai pilihan, tekan ikon search di pojok kanan atas pada halaman utama, lalu silahkan pilih tipe reksadana yang kamu inginkan. Untuk metode pembayaran dan lain-lain mirip seperti cara di atas.

Cara Menjual Reksa Dana

Setelah mengetahui cara membeli, yang perlu diketahui dari cara investasi reksadana di Bibit selanjutnya adalah bagaimana cara menjual, berikut caranya:

  1. Klik “portofolio” di halaman utama, kemudian pilih portofolio yang akan dijual, lalu klik jual.

cara menjual reksadana di aplikasi bibit

 

pilih portofolio yang dijual

  1. Atur nominal. Lalu setelah membaca persyaratan, klik setuju dan jual.

tentukan nominal penjualan aplikasi bibit

  1. Setelah itu, konfirmasi pin untuk melanjutkan transaksi penjualan.

masukan pin aplikasi bibit

  1. Tunggu hasil penjualan, akan ada pemberitahuan ke email ketika dana hasil penjualan reksadana masuk ke rekeningmu.

Itulah cara investasi reksadana di Bibit. Aplikasi ini merupakan wujud kontribusi kemajuan teknologi dalam bidang investasi. Silahkan manfaatkan dengan bijak dan berhati-hati, karena walau ada bantuan dari teknologi, tetap saja investasi adalah aktivitas yang berisiko.

Selain reksadana mungkin kamu juga berminat mempelajari investasi di aset cryptocurrency.

BACA JUGA:  Investasi Reksadana atau Investasi Crypto, Mana yang Terbaik?
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *