Mana Terbaik? Reksadana Bibit vs Tokopedia

  • 4 min read
  • Jun 17, 2021
Mana Terbaik? Reksadana Bibit vs Tokopedia

Mana yang menang Reksadana Bibit vs Tokopedia? Mungkin jika kamu pemula dalam dunia reksadana, pertanyaan semacam ini bakal terlontar dari benakmu. Karena kamu masih minim pengetahuan dan masih dalam fase memilih platform terbaik untuk meletakan dana investasimu.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat kembali apa itu reksadana. Reksadana adalah satu wadah yang digunakan masyarakat untuk menghimpun dana investasi, dana-dana tersebut akan dikelola oleh seorang profesional yang di sebut manajer investasi.

Adanya Manajer Investasi ini membuat reksa dana begitu diminati untuk pemula. Karena mereka akan dibantu si manajer investasi untuk menentukan di mana uang-uang mereka harus di investasikan, di mana hal tersebut harus ditentukan dengan pertimbangan yang cukup kompleks untuk dilakukan pemula.

Nah saat ini banyak platform yang menawarkan layanan reksa dana. Dari mulai yang benar-benar fokus di area tersebut atau berupa agen penjual reksa dana (APERD) seperti Bibit, perusahaan fintech, bahkan e-commerce.

Nah untuk fintech dan e-commerce biasanya menjalin kerjasama dengan pihak yang lebih paham masalah reksa dana untuk mengadakan layanan investasi reksa dana mereka.

Kalau perusahaan fintech biasanya bekerja sama langsung dengan Manajer Investasi (MI), sedangkan marketplace umumnya menjadi tangan kedua, mereka bekerja sama dengan APERD, misalnya Tokopedia yang bekerja sama dengan Bareksa.

Sekarang mari kita lihat perbandingan Reksadana Bibit vs Tokopedia , artinya kita juga sedang membandingkan reksadana di APERD Online dengan e-commerce. Mana yang lebih baik? Simulasi reksadana Bibit atau reksadana Tokopedia?

Review Singkat

Agar bisa membandingkan, kamu harus paham apa saja kelebihan dan kekurangan dari kedua platform ini. mari simak review singkat reksadana Bibit vs Tokopedia:

Reksadana Bibit

reksadana bibit

Sekarang untuk menemukan jawaban Reksadana Bibit vs Tokopedia, mari kita bahas investasi reksadana di aplikasi Bibit sebagai agen penjual reksadana (APERD).

Kemenangan pertama Bibit atas Tokopedia sudah jelas dari sisi kelengkapan produk. Bibit terbilang jauh lebih unggul, saat artikel ini ditulis ada sekitar  95 produk dari berbagai jenis reksadana.

Jenis reksadana tersebut terbilang lengkap, mulai dari reksadana pasar uang, saham, obligasi, hingga syariah dan juga reksadana campuran ada di aplikasi Bibit. Selain itu, ada sekitar 17 perusahaan Manajer Investasi di dalam aplikasi Bibit.

Namun salah satu keunggulan Tokopedia yaitu minimum investasi rendah nampaknya mulai bisa disaingi oleh Bibit. Kini aplikasi resadana satu ini pun menawarkan investasi dengan nominal terkecil Rp10.000, di mana angka tersebut sama saja dengan yang dimiliki reksadana Tokopedia.

Nah ada keunggulan lain yang merupakan sebuah kemewahan bagi pemula ketika menggunakan aplikasi Bibit. Yaitu adanya bantuan dari Robo advisor yang merupakan teknologi bantuan investasi yang cara kerjanya didasari oleh “Modern Portfolio Theory” hasil riset pemenang Nobel Prize Harry Markowitz.

Jadi kamu yang masih bingung perihal investasi akan dikasih semacam rekomendasi investasi oleh si Robo Advisor ini. Rekomendasi tersebut mengacu pada jawaban yang kamu berikan pada kuesioner yang harus kamu isi saat memulai investasi di Bibit.

Selain semua hal tersebut, kamu juga akan disajikan berita-berita terbaru mengenai investasi lengkap dan tips investasi untuk pemula. Artinya, kamu dapat berinvestasi sambil terus belajar sehingga dirimu yang pemula akan semakin mahir sebagai investor.

Jika kamu butuh informasi lebih lengkap dan ingin tahu cara untuk berinvestasi di aplikasi Bibit, kamu dapat membacanya di artikel yang sudah kamu post sebelumnya disini.

Reksadana Tokopedia

reksadana tokopedia

Cara dan syarat investasi reksadana di Tokopedia ini terbilang cukup mudah. Cukup mengkases aplikasi Tokopedia, lalu daftar dengan mengisi pekerjaan, pendidikan, sumber pendapatan, tujuan investasi hingga upload KTP dan diakhiri dengan tandatangan secara online.

Urusan interface ada kelebihannya karena dibekali desain antarmuka e-commerce yang mudah dimengerti bahkan oleh pemula. Kamu juga tidak perlu khawatir soal keamanan investasi di “platform hijau” ini, karena reksadana Tokopedia sudah masuk daftar yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, kelebihan lain dari investasi reksadana Tokopedia adalah minimal investasinya yang sangat rendah. Kamu sudah bisa memulai berinvestasi hanya dengan uang Rp10.000 dan metode pembayaran yang juga variatif dan praktis layaknya belanja online di e-comerce.

Akan tetapi, kekurangannya ada di produk reksa dana yang ditawarkan. Sejauh ini reksadana Tokopedia hanya memiliki dua produk reksadana, yaitu Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra dan Syailendra Dana Kas yang keduanya bertipe reksadana pasar uang.

Artinya, kamu tidak dapat menaruh investasi di reksadana lain seperti reksadana saham atau reksadana obligasi. Padahal keduanya harus ada jika kamu ingin menerapkan strategi diversifikasi sebagai preventif dalam mencegah kerugian besar ketika berinvestasi reksa dana.

Namun jika hitungannya untuk pemula yang cenderung ingin berinvestasi yang aman dananya, Reksadana Tokopedia bisa jadi pilihan yang cocok. Karena kedua produk tadi merupakan reksadana pasar uang yang memang jenis reksadana minim risiko.

Imbal hasil pertahunnya pun terbilang cukup lumayan, tercata saat ini perkiraan returnnya adalah 4,915% untuk produk Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra dan 6,129% untuk produk Syailendra Dana Kas.

Jika kamu butuh informasi lebih lengkap soal Reksadana Tokopedia ini silahkan baca disini.

Reksadana Bibit vs Tokopedia

reksadana bibit vs tokopedia

Setelah menyimak ulasan singkat tentang Reksadana Bibit vs Tokopedia di atas, mari kita mulai simpulkan.

Hal pertama yang harus jadi catatan adalah perbandingan Investasi Reksadana Bibit vs Tokopedia ini bukan perbandingan yang sifatnya apple to apple karena keduanya memang tidak bisa dibandingkan.

Hal tersebut karena sudah jelas Bibit adalah platform yang dibuat khusus untuk investasi reksadana karena merupakan agen penjual reksadana (APERD), sedangkan Tokopedia pada dasarnya adalah sebuah e-commerce yang produk unggulannya adalah layanan toko online dan belanja online.

Namun jika memang harus dibandingkan, dengan melihat review keduanya di atas, apabila kamu serius ingin berinvestasi reksadana sebaiknya tidak memilih Tokopedia untuk melakukannya.

Karena balik lagi seperti yang dibahas tadi, Tokopedia adalah platform e-commerce. Jadi fitur-fitur yang ada tidak akan membuat investasimu berjalan secara maksimal, kecuali jika kamu memang mengincar promo atau fasilitas pencarian dana instan yang disediakan di dalamnya.

Berinvestasi reksadana di Tokopedia, untuk saat ini, mungkin bisa dibilang hanya cocok bagi investor konservatif, yang notabene kurang menyukai risiko dan tertarik hanya pada investasi jangka pendek.

Jika ingin investasi jangka panjang, sebaiknya kamu memilih aplikasi lain yang di dalamnya menawarkan produk reksadana campuran, reksadana saham, dan reksadana indeks.

Nah mungkin salah satu yang bisa jadi pilihan adalah aplikasi Bibit. Jika dilihat, aplikasi bibit ini merupakan platform jual beli reksa dana yang cukup baik dan dapat diandalkan. Selain itu, desain antarmukanya pun tidak terlalu ribet dan mudah dimengerti

Kelebihan lainnya berupa minimal investasi yang kecil, program referral yang menguntungkan, kualitas customer service cepat dan adanya komunitas telegram juga jadi pertimbangan lebih untuk menggunakan aplikasi Bibit dalam membantumu dalam investasi reksa dana.

Selain Bibit, ada beberapa platform sejenis yang mungkin juga bisa jadi pilihanmu. Di antarnya adalah Bareksa, Ajaib, Tanamduit dan lain sebagainya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *