Cara Menulis Buyer Request di Fiverr – Dan Contoh Template Proposal Buyer Request Fiverr?

  • 8 min read
  • Mei 03, 2021

Menulis buyer request di Fiverr itu adalah seni, buyer request ini menjadi salah satu cara Anda bisa terhubung dan mempromosikan diri ke buyer.

Buyer request juga menjadi tempat yang tepat untuk mendapatkan kesempatan, terutama bagi kalian yang masih baru memulai perjalanan di Fiverr.

Tetapi banyak sekali yang tidak mengetahui cara menulis proposal yang tepat di buyer request Fiverr, banyak yang asal-asalan, copas template buyer request yang ada di internet.

Banyak juga yang mencari kata-kata untuk buyer request Fiverr, template proposal buyer request Fiverr, dan lainnya.

Saya tegaskan disini, template-template buyer request Fiverr yang kalian bisa temukan di internet itu ngga berguna dan ngga efektif untuk menarik perhatian buyer.

Disini saya akan mencoba untuk memberikan panduan mengenai cara menulis buyer request di Fiverr, cara menulis proposal buyer request di Fiverr.

Ini sebenarnya merupakan panduan lanjutan dan tambahan dari panduan sebelumnya yaitu panduan buyer request.

Saya akan mencoba untuk membahas topik ini sekomprehensif mungkin.

Mari kita mulai.

Pertimbangan Sebelum Mengirim Buyer Request

cara menulis buyer request fiverr
Klik untuk mendaftar Fiverr

Mungkin saya perlu tekankan bahwa tidak semua buyer request Fiverr itu harus kalian kirim offer. Berikut merupakan hal-hal yang harus kalian pertimbangkan (berdasarkan pengalaman saya) sebelum mengirim buyer request:

Perhatikan apakah request tersebut fake atau memang valid

Mengapa saya mengatakan begitu?

Karena banyak sekali buyer request yang fake dan bait.

Ada banyak kemungkinan:

  1. Seller lain di Fiverr yang mempromosikan gig mereka: Fiverr memang (lumayan) ketat mengenai buyer request, jadi mereka approve secara manual buyer request sebelum ditampilkan ke seller. Tapi terkadang ada aja request-request ‘sampah’ yang terlewat oleh tim Fiverr.
  2. Orang yang hanya ingin mempromosikan website/bisnis/produk mereka: Biasanya orang-orang seperti ini meminta (baca = memaksa) Anda untuk mengunjungi websitenya, mengisi survei, dan lainnya. Contohnya, “before you apply for this job, you must visit my website”, atau “you must follow my instagram account before applying for this job”.
  3. Seller lain di Fiverr yang ingin mencontek template buyer request Anda: Ini sering sekali terjadi, bahkan saya pernah melakukannya. Jadi saya melakukan request untuk gig Content Writing, tujuannya adalah untuk melihat bagaimana cara seller yang gignya content writing itu menjawab request tersebut. Jadi saya bisa menggunakan templatenya itu untuk menjawab buyer request saya (jangan dicontoh hehe).

Salah satu cara saya menebak apakah request itu fake atau tidak adalah melalui deskripsi dan juga budget yang ditawarkan.

Buyer yang memang serius melakukan buyer request pasti memberikan deskripsi yang jelas atau setidaknya valid.

Anda juga bisa melihat budget yang ditawarkan, terkadang budget yang ditawarkan itu terlalu rendah ataupun tinggi.

Contohnya, “I want a graphic designer, I will give you permanent position for my company and salary about $1000 a month”.

Saya sering banget ketemu buyer request seperti itu, mendingan dihindari saja.

Tetapi ingat, saya disini menebak ya. Memang tidak ada cara yang akurat untuk menentukan apakah buyer request tersebut fake atau tidak.

Sekali lagi, semua hal itu bisa dilihat dari request tersebut. Pintar-pintar aja.

Pastikan Anda (memang) bisa mengerjakan pekerjaan tersebut sebelum mengirim offer

Ini sangat penting, jangan terlalu nafsu dan ceroboh dalam mengirim offer buyer request di Fiverr.

Pastikan dulu bahwa Anda memang sanggup untuk mengerjakan proyek tersebut.

Berikut beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan:

  • Pastikan Anda memiliki skill yang dibutuhkan, jangan sampai pekerjaan mandek, tidak terselesaikan atau hasilnya jelek dan Anda malah diberi rating negatif atau malah orderannya di cancel oleh buyer.
  • Pastikan Anda menyetujui budget yang dimiliki oleh buyer untuk project tersebut. Kalo misalnya budget buyer hanya $5 untuk pekerjaan yang biasanya Anda lakukan dengan bayaran $50, mendingan tidak usah kirim offer untuk request tersebut. Nanti Anda jadi ribet, apalagi kalau nanti buyer tersebut jadi langganan, mau nanti dibayar $5 terus untuk pekerjaan yang $50 untuk Anda?
  • Pastikan durasi pengerjaan (deadline) yang diberi itu masuk akal dan juga mampu Anda penuhi. Kerja itu juga harus professional. Kalau buyer butuh project itu selesai dalam 2 hari, sedangkan Anda hanya bisa mengerjakannya dalam waktu 4 hari, mending tidak usah apply, ribet nanti. Atau, jika Anda memang sangat tertarik dengan project tersebut, Anda bisa jelaskan di proposal Anda bahwa Anda hanya bisa mengerjakan project tersebut dalam 4 hari. Nego dengan buyer.

Cara Menulis Proposal Buyer Request di Fiverr

Photo by Luca Bravo on Unsplash

Tidak, disini saya tidak akan menyediakan template buyer request Fiverr.

Saya akan mencoba untuk memberikan panduan mengenai cara menulis proposal buyer request Fiverr.

Jangan gunakan template proposal buyer request Fiverr

Saya tegaskan kembali, jangan gunakan template proposal buyer request Fiverr.

Setidaknya jangan mentah-mentah.

Anda boleh memiliki template buyer request yang buat Anda sendiri, tapi jangan copas itu mentah-mentah dan langsung kirim offer ke buyer.

Strategi buyer request yang salah.

Kalian harus memahami, “mengapa buyer itu mengirim request?”

Menurut kalian kenapa?

Karena mereka membutuhkan solusi yang custom, mereka membutuhkan hal-hal yang spesifik, atau mereka ingin pekerjaan itu diselesaikan dalam deadline yang singkat, dan lainnya.

Intinya, mereka itu memiliki pertanyaan yang harus Anda jawab, mereka itu memiliki permasalahan yang memerlukan solusi.

Anda tidak akan memberikan solusi terhadap permasalahan X jika Anda hanya copas template proposal buyer request ke buyer.

Jadi Anda harus memberikan penawaran yang spesifik dan custom untuk memberikan solusi terhadap permasalahan X yang dimiliki oleh si buyer.

Mari kita ambil satu contoh.

Jadi buyer sedang mencari seorang content writer untuk website perusahaan teknologinya dia, sedangkan Anda hanya mengirim (dan copas) proposal seperti ini:


Dear sir,

I am a professional content writer and been working as a content writer for last 10 years.

I am very excited and thankful for the oportunity and I would be more than just happy to serve you. I am very good at content writing and definitely better than other content writer in Fiverr.

Please give me the job sir so I can start the work.

Best regards,

Gatot Kaca


Menurut Anda, apakah proposal tersebut menjawab request si buyer?

Tidak.

Karena buyer tadi mengatakan bahwa dia perlu content writer untuk perusahaan teknologi.

Proposal itu bahkan tidak menjelaskan mengapa dia itu harus dipilih, apakah dia punya pengalaman atau background di bidang teknologi, berapa harga per artikel, dan lainnya.

Jadi copas template proposal ke buyer request itu adalah strategi yang sangat keliru.

Fokus kepada apa yang buyer butuhkan, bukan apa yang Anda butuhkan

Pengen dapat orderan? Butuh uang buat beli motor? Pengen naikin level?

Well, buyer ngga peduli tentang itu. Dia hanya menginginkan agar project dia selesai.

Jangan terlalu self-centered, jadilah seller yang buyer-centered.

Daripada terlalu mementingkan diri sendiri, lebih baik Anda fokus pada membantu si buyer.

Daripada mempromosikan diri sendiri, lebih baik memberikan solusi terhadap permasalahan yang sedang dialami oleh buyer.

Jangan karena terlalu sibuk mempromosikan diri sendiri, Anda sampai lupa untuk menjawab pertanyaan dan juga memberikan solusi kepada permasalahan yang lagi di alami oleh si buyer.

Mungkin ketika menulis offer ke buyer, jawab pertanyaan ini, “APA yang bisa Anda tawarkan untuk mengerjakan project, ataupun BAGAIMANA Anda bisa menyelesaikan masalah yang sedang dialami oleh si buyer, dan MENGAPA?”.

Pakai saja rumus ABM itu.

Jawaban Anda jangan terlalu sales, saya lebih suka menjawab request dari Fiverr dengan jawaban yang conversational, seolah-olah saya ingin memulai pembicaraan dengan si buyer tersebut.

Intinya, fokus ke apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang Anda butuhkan.

Contoh proposal Fiverr yang selfcentered itu seperti ini:


“Hi, I am a content writer who has worked with more than 10000000000 websites since 1992 and they loved my works.

 I can assure you that my professional skill will create quality content for your website, bla bla bla”


Contoh proposal Fiverr yang buyercentered:


“Hi, I am a content writer from Indonesia. I already checked the details and it looks like you need a really experiences travel content writer for your travel company.

Your instructions is clear, but one thing I must say you needed is keyword research to get better result on search engine.

And you know what? I can help you with keyword research.

I already did similar project for a travel company from X in Y.

So you got a complete package of content writer and keyword research.

I assure you that this keyword research will help your travel company grow and increase your conversion.

Let me know if you need anything from me, or if you want to discuss or brainstorm, I am open for that.

Can’t wait to hear from you.

Cheers,

Gatot Kaca”


Jangan takut untuk menaikkan budget

Saya tadi memang mengatakan bahwa lebih baik tidak usah apply ke request yang budgetnya tidak sesuai dengan harapan dan standard Anda.

Tetapi sebenarnya Anda bisa mengajukan permintaan untuk menaikkan budget ke buyer.

Jadi dalam proposal buyer request, Anda jelaskan mengapa Anda mengajukan budget yang lebih tinggi dari yang si buyer tawarkan.

Disini Anda harus punya kemampuan negosiasi, Anda harus bisa menjelaskan (disertai dengan alasan valid dan masuk akan) mengapa budget tersebut tidak cukup.

Kebanyakan buyer oke-oke aja jika dibutuhkan budget yang lebih tinggi, asalkan hasil akhirnya nanti memang benar berkualitas.

Tapi ingat, jangan janji-janji manis ya.

Tunjukkan portfolio atau hasil kerja Anda yang relevan dengan kebutuhan buyer

Ingat, YANG RELEVAN dengan kebutuhan buyer.

Mengapa?

Bayangkan saja jika dia membutuhkan contoh konten travel, tetapi Anda malah mengirimkan konten otomotif.

Bayangkan juga dia membutuhkan contoh 3D desain yang Anda sudah pernah kerjakan, jangan malah kirim contoh desain vektor.

Mengapa Anda perlu menunjukkan portfolio Anda di buyer request?

Ini untuk memberikan nilai plus bagi Anda.

Banyak seller yang tidak memasukkan porfolio mereka di buyer request. Terkadang buyer agak sulit menentukan mau pilih seller yang mana, karena semuanya hanya mengirim “kalimat-kalimat promosi” bukan contoh hasil kerja sebelumnya.

Offer Anda akan semakin lengkap dan komplit jika Anda mengkombinasikan proposal yang menarik serta portfolio yang relevan.

Jadi setelah Anda mempromosikan diri Anda, mempengaruhi buyer melalui kalimat-kalimat Anda, portfolio yang relevan dan berkualitas akan meningkatkan kepercayaan buyer ke Anda.

Buyer tidak akan tau bagaimana contoh kerja Anda jika Anda hanya mengirimkan kalimat proposal saja.

Kirim offer yang friendly

Jangan terlalu formal dan kaku.

Jika Anda friendly, buyer akan menganggap bahwa Anda adalah orang yang sangat mudah untuk diajak berkomunikasi serta diskusi.

Jadi? Nilai plus buat Anda.

Offer yang friendly adalah ciri khas dari semua offer yang saya kirimkan.

Saya pernah mengirim offer ke buyer yang membutuhkan content writer untuk topik ‘Travelling to Jakarta‘ (panduan transportasi di Jakarta).

Nah, di requestnya buyer sedikit cerita mengenai pengalamannya liburan ke Jakarta.

Disitulah saya ambil kesempatan mencoba untuk friendly.

Saya memulai offer saya dengan, “Been to Jakarta, hey? What do you think of it? I’ve been living in Jakarta since age and we really welcome you back to here. Anyway, you need an article about “transportation guide in Jakarta” and guess what? A native Jakartan here to write that for you, bla bla bla bla”

Offer tersebut lebih friendly, misalnya dibandingkan dengan:


“Hi there, how are you?

I live in Jakarta, 5 years now. I can help you to produce article about “transportation guide in Jakarta”. I will do my best to write this article for you, bla bla bla”.


Hal yang saya pelajari setelah lumayan lama di Fiverr adalah bahwa kebanyakan seller memulai proposalnya itu dengan kata: “Hi, Hello, How are you?” Dan sejenisnya.

Sekarang saya mencoba mengurangi penggunaan kalimat pembuka seperti itu, saya sekarang lebih suka menggunakan slang, kalimat-kalimat menarik, sapaan yang menarik serta hal-hal sejenis seperti di contoh di atas itu yaitu “Been to Jakarta, hey?”

Setiap request itu pasti ada 100an seller yang mengirim offer, dari ratusan itu, perhatian si buyer kemungkinan besar akan tertuju ke offer Anda.

Tapi ingat, jangan terlalu soasik ya.

Ajukan pertanyaan ke buyer

Tujuannya apa?

Untuk meminta penjelasan lebih lanjut ataupun konfirmasi mengenai project tersebut.

Tetapi saya biasanya menggunakan strategi ini agar si buyer nge-inbox dan bisa ngobrol secara langsung.

Contohnya, ada buyer yang butuh content writer untuk blog personal developmentnya dia.

Nah, di proposal Anda bisa mengajukan pertanyaan, What if I create the content strategy for your website, are you keen for that? atau What do you think if we do X instead of Y, because I think X is more valid than Y

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan mengundang perhatian buyer, dia juga akan merasa terapresiasi karena Anda memberikan perhatian lebih terhadap request yang dia ajukan tersebut.

Dan keuntungannya, seperti yang saya sebutkan adalah bahwa kemungkinan dia akan chat Anda semakin besar.

Jadi nanti di chat Anda bisa merayu-rayu buyer dengan lebih bebas lagi.

Mantap toh.

Kesimpulan

daftar fiverr

Buyer request itu adalah salah satu cara Anda untuk mendapatkan orderan di Fiverr, cara Anda untuk mempromosikan gig Fiverr Anda, cara Anda untuk meningkatkan sales di Fiverr.

Tetapi Anda harus mengerti strategi dan cara menulis proposal buyer request di Fiverr – dengan tepat.

Seperti yang saya tegaskan di panduan diatas, Anda sebaiknya menghindari copas template proposal buyer request Fiverr.

Kirimlah offer yang membantu menjawab pertanyaan buyer, jadilah problem solver – bukan sekedar promoter.

Semoga saja panduan cara menulis buyer request di Fiverr diatas dapat membantu Anda untuk mendapatkan lebih banyak orderan di Fiverr.


Artikel ini diproduksi dan dipublikasikan oleh Pinter Internet. Segala hak cipta terhadap postingan ini dipegang oleh operator Pinter Internet, kecuali dinyatakan sebaliknya.