Friday, December 3, 2021
HomeBloggingApa itu Big Data: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan - Big Data adalah

Apa itu Big Data: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan – Big Data adalah

Big data adalah istilah yang tidak akan asing di telinga para pengembang perangkat lunak dengan skala proyek yang besar. Untuk keperluan mengelola, menyimpan dan mengatur segala informasi yang berbentuk data secara terstruktur sangat membutuhkan basis data dan Big data jadi salah satu solusi untuk itu.

Apalagi untuk perusahaan atau startup besar, mereka pasti membutuhkan kapasitas penyimpan data yang sangat besar terkait perusahaan tersebut. Jika proyek dengan skala kecil, database yang bersifat open source seperti MySQL, PostGre, MariaDB, dan lain – lain mungkin sudah cukup. Akan tetapi, jika skalanya sudah sangat besar penggunaan software tersebut akan mengalami proses penanganan data menjadi lambat dan kurang efektif. Lagi-lagi big data adalah salah solusi terbaik.

Lalu, apa itu Big Data?

Apa Itu Big Data

big data adalah

Pengertian Big Data

Big data adalah sekelompok data dengan volume besar baik terstruktur ataupun tidak yang biasanya digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam kegiatan bisnis. Selain ukurannya yang besar, big data juga bersifat real-time dengan frekuensi data yang tinggi.

Pada dasarnya, big data adalah bentuk pengembangan dari sistem database. Perbedaannya ialah dari tingkat kecepatan, volume, dan variasi data yang jauh lebih tinggi daripada database pada umumnya.

Konsep big data muncul akibat adanya kebutuhan dalam memahami tren, preferensi, dan pola dalam database besar. Pemanfaatan big data ini dapat mendatangkan banyak peluang baru bahkan menciptakan satu industri tersendiri.

Munculnya istilah Big Data bisa dibilang masih sangat baru, dimulai pada tahun 2000-an setelah konsep ini dikenalkan oleh seorang analis industri bernama Doug Laney. Saat itu Laney mengenalkannya dengan 3 karakter dasar yang sering disebut 3V yaitu Volume, Velocity, dan Variety.

Namun, seiring perkembangannya 2 karekater lain disematkan kepada Big Data, yaitu Value dan Veracity. Sehingga saat ini, konsep Big Data dikenal dengan 5 karakter dasar alias 5V.

Karakteristik Big Data (5V)

1. Volume

Mengacu pada pengumpulan sejumlah data dari berbagai sumber setiap detik nya. Arus data-data tersebut bisa berukuran hingga ribuan Terrabyte (TB) per detiknya dan kadang terkumpul secara tidak terstruktur. Sumbernya pun sangat beragam, seperti dari timeline Twitter, feed Istagram, data teks chat dan status Whatsapp hingga alur klik user dari halaman web.

2. Velocity

Velocity atau kecepatan ini mengacu pada kemampuan Big Data yang dapat diakses dengan cepat dan menampilkan data paling update per detik itu juga (real time). Contohnya pada sistem operasi berbasis online Microsoft Silverlight, aplikasi perkantoran (office) berbasis web seperti Office365, cloud storage seperti Dropbox atau GDrive.

3. Variety

Big data tidak boleh homogen, artinya variasi data yang terkumpul harus beragam jenisnya dengan banyak sekali variabel, baik itu data yang telah terstruktur atau data yang belum tertata dalam suatu database.

4. Veracity

Dengan orientasi pengumpulan data cepat dan banyak, tentu saja Big data sangat rentan dalam hal keakuratan dan validitasnya. Karakter veracity ini mengarah pada tingkat keakuratan dan seberapa besar data tersebut dapat dipercaya.

5. Value

Karakteristik Value ini mengacu seberapa potensialkah data-data yang ada jika diolah. Contohnya, biodata karyawan di perusahaan penjualan bahan baku kue, data ini tidak akan bernilai untuk kepentingan analisis prediksi penjualan bahan baku ke customer, namun bisa jadi sangat penting untuk keperluan lain. Nah data yang tidak memiliki nilai di bagian mana pun tidak akan diambil oleh sistem aplikasi analisis Big data.

Kelebihan dan Manfaat Big Data

Big data memiliki beberapa fungsi dan manfaat yang cukup penting dalam proses pengembangan dan penyempurnaan sebuah aplikasi. Berikut ini merupakan beberapa fungsi terkait dengan big data:

Menganalisa Tren Pasar

Saat ini, analisis terhadap perilaku konsumen dan pengetahuan tentang produk atau layanan yang paling populer sangat mempengaruhi kegiatan marketing. Alhasil, Informasi mengenai tren pasar sangat dibutuhkan oleh para pengelola bisnis untuk menentukan strategi marketing yang mereka gunakan. Big Data dapat menyediakan informasi tersebut untuk mempermudah pelaku bisnis dalam menganalisa.

Mengetahui kegagalan secara real time

Data yang ditampilkan dapat dijadikan bahan untuk menganalisa penyebab dari suatu permasalahan yang terjadi di dalam sistem secara real-time. Artinya, jika dimanfaatkan dengan benar, Big Data akan mempercepat kita untuk mengambil tindakan sebelum kegagalan sistem menjadi semakin parah.

Mendeteksi sebuah anomali dalam struktur bisnis

Analisa terhadap Big Data dapat membantumu dalam mendeteksi secara cepat dan tepat, bentuk atau proses kegiatan yang menyimpang (anomali) dari sisi teknis maupun non teknis. Selain itu, Big data juga dapat menyarankan opsi untuk mengatasi anomali tersebut.

Menghemat biaya dan waktu

Selain biaya infrastruktur yang harus dikeluarkan di awal, Penyimpanan data dengan menggunakan sistem big data dapat mengurangi biaya perusahaan jangka panjang. Begitu juga di sisi waktu, dengan kecepatan transfer di atas rata – rata sistem database lain membuat pengelolaan sebuah operasi menjadi lebih cepat.

Kekurangan Big Data

Tidak ada yang sempurna, big data juga memiliki kelemahan, Diantara kelemahan Big Data adalah:

Isu privasi

Para pelanggan yang akan cukup concern dengan privasi dan keamanan data pribadi mungkin akan terganggu oleh pengumpulan informasi oleh sistem Big Data. Terbukti dari beberapa kasus kebocoran data yang menimpa perusahaan besar seperti Yahoo!, Facebook, dan Tokopedia terkait pelanggaran data.

Saat ini undang-undang privasi data pun sudah semakin ketat. Bisnis yang menerapkan sistem big data pun mulai mempertimbangkan protokol, proses serta infrastruktur data untuk melindungi data dan mengurangi risiko keamanan.

Butuh infrastruktur dan tenaga ahli

Agar dapat mengolah dan memaksimalkan big data, pemilik bisnis harus berinvestasi untuk menyediakan infrastruktur teknologi informasi (IT) yang mumpuni. Infrastruktur tersebut terdiri dari database dan prosesor dengan daya komputasi memadai. Selain itu, perlu juga adanya seorang ahli yang menguasai data science dana analytics untuk mengolah informasi-informasi yang dihasilkan Big Data.

Pemanfaatan Big Data

big data adalah

Fitur dan fungsi big data menawarkan berbagai manfaat, terutama untuk dua sektor yaitu teknologi informasi (TI) dan bisnis.

1. Bidang Teknologi Informasi

  • Perangkat Mobile

Perangkat mobile seperti smartphone, tablet, IPOD, dan lainnya sudah dapat menjalankan berbagai sistem aplikasi. Kehadiran big data sangat membantu dalam pembangunan berbagai sistem aplikasi untuk perangkat mobile tersebut.

Sebut saja berbagai aplikasi GPS (Global Positioning System) seperti Google Maps. Karena sistem database yang dibutuhkan sangat besar, aplikasi ini mengandalkan bantuan dari big data untuk memproses dan manajemen berbagai bentuk data, mulai dari gambar hingga pemetaan lokasi yang harus menjangkau seluruh penjuru dunia.

  • Media Sosial

Rasanya sebagian besar penduduk Bumi memiliki akun media sosial. Tentunya, banyak yang mengunggah foto, video atau teks ke aplikasi media sosial. Semua informasi tersebut harus disimpan di sistem basis data dengan kapasitas besar. Big data adalah solusi terbaik  untuk masalah ini karena menawarkan performa yang baik dalam penanganan data dengan skala besar.

  • Perangkat Cerdas

Perangkat berbasis smart system saat ini banyak dikembangkan dan digunakan. Contohnya adalah teknologi IoT yang kini banyak diterapkan pada perangkat elektronik seperti kulkas, mesin cuci, AC, dan lain sebagainya.

Sistem yang terintegrasi dengan jaringan internet ini membuat segala bentuk aktivitas dikordinasi dalam satu sistem aplikasi. Fungsi big data adalah sebagai penyedia layanan informasi dan penyimpanan data untuk menunjang sistem tersebut.

  • Media Digital

Selanjutnya, big data juga digunakan oleh berbagai media digital, seperti spotify dan netflix. Mereka harus menyimpan banyak data musik atau film bahkan mampu mencatat data tontonanmu hingga memberikan rekomendasi yang sepesifik untukmu.

Hal tersebut dapat dilakukan karena mereka menggunakan Big data yang diintegrasikan dengan AI. Contoh lain adalah fitur e-commerce yang juga menerapkan AI dengan big data untuk memberikan rekomendasi produk pada pengguna.

2. Bidang Bisnis

  • Mengoptimasi sistem operasional bisnis

Semakin besar skala bisnis maka semakin besar pula kebutuhan terhadap sumber daya untuk menunjang produktivitas dan efektivitas bisnis tersebut. Salah satunya adalah kebutuhan data untuk membantu oprasional perusahaan. Tentu saja, big data adalah jawaban untuk ini.

  • Customer Relationship Management (CRM)

Dengan memadukan informasi dari big data dan management menggunakan beberapa tools lain dapat membantu kamu memonitoring kegiatan penjualan, menghitung rata – rata konversi, dan lain sebagainya. Di mana hal tersebut sangat diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan dan sales.

  • Meningkatkan User Experience

Jika kamu menerbitkan aplikasi khusus terkait bisnismu, tentu saja informasi dari big data mengenai perilaku dan preferensi pengguna aplikasi dapat gunakan untuk mengoptimalkan  sisi user experience dari aplikasi tersebut. Selain itu, proses transfer dan manajemen data yang lebih cepat dan akurat pun dapat meningkatkan kenyamanan pengguna.

Big Data Analytics

big data analytics adalah

Salah satu elemen penting untuk memaksimalkan manfaat dari Big Data adalah Big data analytics. Big data analytics adalah proses menganalisa kumpulan data yang besar dan bermacam-macam jenis untuk mencari informasi yang berguna. Dengan Big data analytics kamu dapat menemukan pola tersembunyi, tren pasar, dan preferensi konsumen yang dapat berguna untuk menjadi acuan ketika mengambil keputusan di perusahaanmu.

Salah satu langkah penting dalam big data analytics adalah data acquisition, yaitu proses pengumpulan, penyaringan, dan pembersihan data sebelum data tersebut dimasukkan ke dalam penyimpanan big data. Data acquisition ini terdiri dari dua bagian, yaitu identifikasi dan pengumpulan big data.

Dalam proses identifikasi, terdapat dua format data yang diolah, yaitu yang diperoleh dari media digital alias born digital data dan yang diperoleh dari hasil pengumpulan secara manual atau disebut born analogue data.

Born digital data ditangkap melalui media digital, seperti aplikasi komputer, smartphone, dan lainnya, termasuk sosmed. Jangkauan dari jenis data ini terus berkembang mengikuti sistem yang terus menghimpun berbagai jenis informasi dari user.

Sedangkan Born analogue data adalah data informasi berupa berupa gambar, video, dan format lain yang berhubungan dengan unsur fisik di dunia nyata. Data ini dikumpulkan secara manual menggunakan kamera, perekam suara, asisten digital dan sebagainya lalu dikonversi ke dalam format digital.

Kemudian langkah selanjutnya dari data acquisition adalah pengumpulan dan penyimpanan data yang telah teridentifikasi sebagai big data. Metode yang biasa dipakai adalah Massive Parallel Processing (MPP), yaitu struktur penyimpanan yang dirancang untuk menangani banyak operasi secara bersamaan oleh beberapa unit pemrosesan.

Epilog

Big data adalah satu metode pengembangan sistem database yang benar-benar memberikan banyak perubahan dan kemudahan dalam mengelola bisnis. Dengan adanya sistem ini para pelaku bisni memiliki acuan yang lebih baik dalam proses pembuatan keputusan mereka.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments