Pengertian dan Jenis Cloud Computing

  • 4 min read
  • Jul 14, 2021
Pengertian dan Jenis Cloud Computing

Kali ini Pinterinternet akan membahas tentang pengertian dan jenis cloud computing, sebuah teknologi yang sangat bermanfaat untuk perusahaan atau individu dalam berbagai aspek.

Cloud computing adalah aktivitas menyimpan atau mengakses aset digital, seperti program, aplikasi, atau data via internet. Jika biasanya file-file tersebut kamu  simpan di hard drive laptop, komputer, tablet atau smartphone dengan metode ini kamu menyimpannya di cloud (internet).

Kini, cloud computing berkembang menjadi opsi yang populer digunakan, banyak perusahaan atau secara individu yang menggunakan layanan cloud untuk menyimpan data. Hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya kelebihan yang ditawarkan, seperti irit biaya, mengoptimalkan produktivitas, kecepatan, efisiensi, performa, dan keamanan.

Namun berbeda dengan cloud pada umumnya, cloud computing ini dibagi tiga jenis, yaitu:

  • Public cloud: jenis cloud computing di mana para pemakai layanan berbagi ruang yang sama (public) namun dipartisi sehingga pemakai satu tidak dapat mengakses data pemakai lainnya.
  • Private cloud: jenis cloud computing yang didedikasikan secara khusus hanya untuk satu pemakai
  • Hybrid cloud: merupakan pemanfaatan cloud computing dengan menggabungan antara public cloud dengan private cloud.

Cara Kerja cloud

cloud computing adalah

Semua jenis cloud computing, baik itu public cloud maupun private cloud, keduanya dibangun menggunakan berbagai teknologi untuk menampilkan sumber daya di shared pools, menyematkan lapisan kontrol administratif di atas sistem, dan membuat opsi otomatisasi.

Selain harus terintegrasi dengan cloud, cloud computing juga harus terhubung dengan IT pemakai agar dapat bekerja. Konektivitas tersebut mengandalkan sistem operasi, di mana software untuk menampilkan atau virtualisasi, manajemen, dan otomatisasi yang membangun cloud, seluruhnya berjalan pada sistem operasi.

Konsistensi, reliability, dan fleksibilitas sistem operasi sangat mempengaruhi kualitas koneksi antar sumber daya fisik, virtual data pools, skrip otomatisasi, software manajemen, dan konsumen.

Ketika sistem operasinya bersifat open source, infrastruktur yang ada tidak terbatas hanya mengandalkan cloud sebagai fondasi, namun juga akan cukup fleksibel untuk dikembangkan.

Jenis-jenis Cloud Computing

jenis cloud computing

Seperi yang disinggung di atas jenis cloud computing terbagi menajadi 3, yaitu public cloud, private cloud dan hybrid cloud. Berikut penjelasan lengkap dari ketiga jenis cloud computing tersebut:

Public Cloud

Public cloud merupakan yang paling populer dari jenis cloud computing yang lain. Penyedia public cloud menggunakan arsitektur multi-tenant, sehingga perusahaan-perusahaan pengguna harus berbagi sumber daya komputasi yang sama.

Data-data para pengguna di dalam public cloud terpisah dan tetap terisolasi satu dengan lainnya. Vendor cloud menjalankan layanannya di lokasi tertutup di dalam area public cloud.

Lokasi-lokasi yang biasa disebut availability zone itu terdiri dari dua atau lebih data center yang saling terhubung. Perusahaan yang menggunakan layanan akan memilih zona berdasarkan jarak terdekat dari posisi mereka berada.

Layanan di public cloud cenderung lebih terjangkau, dengan pilihan ‘freemium’ atau berlangganan. Teknologi yang juga dikenal  dengan istilah VPS atau Virtual Private Server ini biasa digunakan untuk layanan umum seperti email, software, hingga platform OS tingkat perusahaan.

Contoh Public Cloud yang mungkin akan familiar untukmu adalah penyimpanan berbasis cloud seperti Dropbox, Google Drive, dan sejenisnya. Atau aplikasi webmail seperti Gmail, Yahoo, Outlook dan sebagainya. Juga fitur-fitur office berbasis cloud seperti Google Docs, Google Forms, Office 365 dan sebagainya.

Kelebihan Public Cloud

1. Biaya murah

Modal yang dikeluarkan bisa disesuaikan berdasarkan penawaran Service Level Agreements (SLA) yang dipilih. Ditambah, biaya pemeliharaan infrastruktur IT pun tidak mahal.

2. Fleksibilitas

Kapasitas serta sumber daya cloud dapat berkembang mengikuti permintaan pengguna dan tingginya traffic. Selain itu, availability yang didapat penggunan cukup tinggi karena vendor memiliki beberapa data center di suatu daerah.

3. Praktis

Masalah IT yang rumit dapat diminimalkan karena pihak vendor yang bertanggung jawab mengontrol infrastruktur, sehingga pengguna bisa fokus pada bisnisnya.

4. Fitur Monitoring dan Analytics

Terdapat fitur yang memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan metrik-metrik berharga dari data yang mereka simpan dan sumber daya yang mereka gunakan.

Private Cloud

Private cloud merupakan cloud computing yang sifatnya lebih eksklusif. Jenis ini hanya didedikasikan untuk digunakan dalam satu perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang memakai layanan ini tidak saling berbagi sumber daya cloud computing seperti pada public cloud. Pusat data terisolasi dan hanya dapat diakses melalui jaringan pribadi yang aman tanpa dibagi dengan pelanggan vendor yang lain.

Ketika menggunakan private cloud, tanggung jawab untuk mengatur dan menjaga infrastruktur sepenuhnya dilakukan pihak perusahaan penyewa. Namun, biasanya vendor private cloud menyediakan paket managed private cloud sehingga pengaturan diserahkan ke pihak vendor.

Kelebihan Private Cloud

1. Lingkungan eksklusif

Dengan private cloud lingkungan jauh lebih khusus dan aman sehingga menutup kemungkinan perusahaan lain untuk dapat mengakses data dari perusahaan anda.

2. Bisa dilakukan custom keamanan

Perusahaan dapat menyesuaikan protokol, konfigurasi, dan tindakan mengikuti persyaratan dan beban kerja yang unik.

3. Scaleable

Dengan penambahan resource hardware yang ada seperti SSD, Private Cloud dapat ditingkatkan kapasitasnya.

4. Efisien

Private cloud dapat meng-handle performa dan efisiensi SLA yang tinggi.

5. Fleksibilitas

Karena konfigurasi bisa dilakukan sendiri maka Private cloud sangat fleksibel.

Hybrid Cloud

Hybrid cloud merupakan jenis cloud computing gabungan antara public cloud dengan private cloud. Contoh mudahnya, sebuah perusahaan dapat menggunakan private cloud untuk IT mereka, lalu untuk mengakomodir lonjakan traffic, mereka melengkapi infrastruktur dengan menggunakan public cloud.

Kelebihan Hybrid Cloud

1. Opsi fleksibel

Penerapan jenis ini sangat fleksibel, disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan internal perusahaan.

2. Fungsi optimal

Hybrid cloud hadir sebagai solusi untuk kekurangan dari satu jenis cloud dengan menambalnya melalui penerapan jenis yang lain. Hasilnya pun pasti lebih optimal dibanding hanya menggunakan antara public atau private saja.

3. Biaya yang bisa disesuaikan

Dengan skema data sensitif di-handle private cloud, sementara data lain disebar ke public cloud akan menjadi opsi menghemat biaya.

Epilog

Demikianlah penjelasan kami tentang cloud computing dan perbedaan antara public, private dan hiybrid cloud. Penggunaan jenis-jenis ini dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Jadi, tidak ada jenis cloud computing yang terbaik dari ketiganya. Semuanya kembali lagi tergantung  apa tujuanmu atau perusahaan dalam menggunakan teknologi ini.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *