Perbedaan Blockchain dan Cryptocurrency

  • 4 min read
  • Jun 16, 2021
Perbedaan Blockchain dan Cryptocurrency

Saat ini, sudah banyak orang yang paham dan berkecimpung pada investasi mata uang digital alias cryptocurrency. Walaupun tetap saja ada perdebatan yang cukup luas terkait cara menghasilkan uang dari cryptocurrency.

Naiknya nama cryptocurrency ke permukaan ikut mengenalkan istilah lain yang berkaitan erat dengan sistem mata uang digital tersebut, yaitu teknologi yang disebut Blockchain.

Alih-alih memahami perbedaannya, masyarakat malah dibuat kebingungan. Mereka sering menganggap cryptocurrency dan Blockchain itu sama, padahal keduanya jelas ada perbedaan Blockchain dan Cryptocurrency.

Blockchain merupakan sebuah teknologi, sedangkan Cryptocurrency adalah aplikasi pertama yang berhasil berjalan menggunakan teknologi tersebut, melalui Bitcoin yang terbit pada 2009 lalu.

Artikel kali ini akan membantumu untuk mengetahui perbedaan Blockchain dan Cryptocurrency secara mendalam.

Hal pertama yang harus dilakukan agar dapat mengerti perbedaan Blockchain dan Cryptocurrency adalah mengetahui definisi dan cara kerja masing-masing. Oleh sebab itu mari kita uraikan satu per satu.

Apa Itu Blockchain?

perbedaan blockchain dan cryptocurrency

Blockchain adalah sistem pencatatan transaksi di banyak database yang tersebar luas di banyak komputer di mana masing-masing komputer memuat catatan yang sama.

Jadi catatan transaksi yang terjadi di sistem ini sifatnya ter-desentralisasi karena semua komputer yang terhubung di sistem menjadi database itu sendiri tanpa ada pusatnya.

Dengan cara kerja seperti ini, maka bisa dibilang sistem Blockchain memperkecil kemungkinan peretasan atau pengubahan database secara sepihak. Karena jika ingin melakukan dua hal tersebut, otomatis harus menguasai jumlah mayoritas dari semua database atau komputer yang ada dalam sistem.

Catatan-catatan transaksi tadi disimpan dalam blok-blok yang saling terkoneksi. blok baru akan diciptakan dengan tetap terkoneksi dengan blok sebelumnya, jika satu blok sudah penuh.

Begitu suatu catatan transaksi sudah dimuat ke dalam blok, maka tidak dapat diubah lagi. Sifat Blockchain yang seperti ini disebut immutable.

Banyak yang berasumsi bahwa teknologi Blockchain adalah sebuah teknologi baru, namun ternyata teknologi satu ini sudah ada sejak 1991, hanya saja mulai sangat populer setelah kemunculan cryptocurrency.

Teknologi Blockchain dapat dipahami dengan mempelajari tiga konsep penting di dalamnya, yaitu blok, miner, dan node. Mari kita bahas satu per satu.

Blok

Blok ini adalah inti dari teknologi Blockchain, setiap rantai terdiri dari blok-blok. Setiap blok mengandung semua catatan terkait sebuah transaksi.

Setiap blok mengandung nonce dan hash yang unik dan selalu disimpan diakhir Blockchain, dengan penempatan yang linear dan kronologis. Semakin banyak rantai akan semakin sulit untuk memanipulasi atau mengganggu rantai ini.

Miner

Miner atau secara bahasa diterjemahkan ‘penambang’ merupakan sebutan untuk orang-orang yang menciptakan banyak blok.Tugas miner ini merupakan tugas yang rumit karena komposisi lingkungan Blockchain yang memang tidak sederhana.

Node

Node adalah komputer individual yang menjadi bagian dari sistem blockchain. Komputer-komputer tersebut memiliki derajat yang sama, jadi tidak ada satu Node atau komputer yang menjadi pusat.

Sistem seperti ini biasa disebut jaringan Peer-to-peer dan merupakan sistem yang ditawarkan oleh teknologi Blockchain. Karena tidak ada otoritas pusat, jadi jika salah satu peers dalam jaringan mengalami gangguan, peers yang lain masih bisa digunakan.

Apa Itu Cryptocurrency?

cryptocurrency

Cryptocurrency adalah salah satu penerapan dari teknologi Blockchain. Bentuknya adalah mata uang digital yang dapat digunakan bertransaksi secara peer-to-peer.

Kemunculan crypto diawali dengan ditemukannya Bitcoin oleh anonim dengan nickname Satoshi Nakamoto. Melalui jaringan terdesentralisasi, Cryptocurrency menawarkan biaya transaksi yang lebih murah dan masuk akal dibandingkan pembayaran atau sistem uang konvensional.

Cryptocurrency bukan hanya Bitcoin, ada banyak sekali mata uang digital kini yang telah terbit. Beberapa diantaranya adalah Ethereum, Ripple, Litecoin, Nubits, Paycoin, dan Dogecoin. Semuanya sama memanfaatkan teknologi Blockchain.

Cryptocurrency tidak disimpan dalam bentuk fisik, aset digital ini menggunakan algoritma matematika rumit untuk melindungi sejumlah angka dengan private key (password).

Nilai dari mata uang digital ini sangat dipengaruhi oleh perilaku penggunanya. Kenaikan dan penurunannya pun sangat fluktuatif, bahkan dapat tiba-tiba naik secara signifikan dalam waktu singkat atau sebaliknya.

Perbedaan Regulasi di Indonesia

Salah satu perbedaan blockchain dan cryptocurrency terletak pada regulasinya di tanah air. Keduanya berbeda nasib jika masalah dukungan hukum atau pemerintah dalam negeri.

Dilansir dari situs resmi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Indonesia menyatakan menentang keberadan Bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Namun, untuk Blockchain tidak demikian, teknologi tersebut diterima di tanah air.

Blockchain dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga dukungan terhadap teknologi ini diberikan. Selain itu, dengan menerapkan Blockchain dapat menunjang terhadap transparansi.

Pihak Kominfo juga menjelaskan bahwa Blockchain bisa diterapkan di perbankan dan dapat memudahkan bank untuk melacak kapan, dari mana, ke mana dan berapa uang yang berpindah dari satu bank ke bank lain.

Di sisi lain, Cryptocurrency menurutnya adalah komoditas. Tidak seperti Blockchain, yang dapat digunakan perbankan, mata uang kripto dianggap tidak jelas asal usulnya, karena tidak dapat diketahui siapa pemiliknya dan bagaimana asal usulnya.

Sebelumnya, Eni Panggabean selaku Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran pun mengatakan, penggunaan Bitcoin dan cryptocurrency lain menyalahi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017.

Dalam undang-undang itu disebutkan bahwa Rupiah adalah mata uang yang sah di dalam negeri. Jadi cryptocurrency tidak dapat digunakan bertransaksi di Indonesia.

Sementara itu, dikabarkan Lima bank besar asal Indonesia sedang bersiap menerapkan teknologi Blockchain. Mereka bekerjasama dengan IBM sebuah perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat. Kelima bank tersebut adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, Bank Danamon dan Bank Permata.

Direktur Utama IBM Indonesia, Gunawan Susanto, mengatakan bahwa manfaat penerapan teknologi Blockchain untuk industri perbankan adalah mempercepat transaksi pengiriman uang lintas negara.

Selama ini, transaksi pengiriman uang harus melalui negara yang bersangkutan sebelum akhirnya bisa masuk ke bank di negara tersebut.

Gunawan menjelaskan, jika menggunakan teknologi Blockchain, proses transaksi dari pengirim hingga diterima oleh si penerima, dapat dilakukan hanya dalam waktu 15 detik.

Dia juga menambahkan, secara resmi teknologi Blockchain digunakan untuk transaksi pengiriman antar negara go live pada kuartal I 2018.

IBM mengaku tidak beroprasi secara independen, melainkan akan terus memberikan laporan terkait perkembangan Blockchain kepada Otoritas Jasa Keuangan(OJK) agar teknologi ini tetap ada di jalur resmi, sesuai aturan yang diterapkan pemerintah Indonesia.

Perbedaan Blockchain dan Cryptocurrency

Blockchain adalah teknologi yang digunakan oleh banyak cryptocurrency untuk transaksi yang aman secara aset maupun data. Jadi Cryptocurrency dan Blockchain adalah dua hal yang berbeda.

Jika dianalogikan hubungan cryptocurrency dan Blockchain ini seperti Google dan internet. Google berjalan di dalam internet. Google tidak akan ada tanpa internet, namun tidak berlaku sebaliknya, internet masih akan tetap ada tanpa Google.

Sama halnya dengan Crypto yang berjalan di sistem Blockchain. Crytocurrency tidak mungkin ada tanpa Blockchain, sedangkan Blockchain bisa digunakan untuk banyak  hal selain Crypto. Jadi jelas perbedaan Blockchain dan Cryptocurrency.

BACA JUGA:  Cara Membeli Cryptocurrency 2021 di Indodax dengan Mudah
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *