Investasi Saham vs Crypto, Mana yang Lebih Untung?

  • 4 min read
  • Jun 09, 2021
Investasi Saham vs Crypto, Mana yang Lebih Untung (1)

Sering dianggap serupa, sebenarnya di antara investasi saham vs crypto manakah yang lebih baik?

Pada dasarnya, kedua instrumen investasi ini memang memiliki kesamaan, yaitu merupakan golongan investasi yang high risk high return. Namun tetap saja keduanya sama sekali berbeda.

Tentu saja kamu harus paham perbedaan investasi saham vs crypto ini, karena hal tersebut dapat membantumu untuk menentukan di manakah antara kedua instrumen tersebut yang jadi tempat paling cocok untuk uang-uangmu diinvestasikan.

Nah mungkin jika kamu adalah seorang investor pemula, bisa jadi kamu masih melihat kedua jenis investasi ini sama saja. Sehingga menimbulkan kesulitan dalam menentukan di mana dana investasimu akan disimpan.

Agar dapat memahami perbedaan Saham vs crypto, kamu harus tahu dulu mulai dari hal yang paling mendasar, yaitu dimulai dari definisi, cara kerja sampai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing instrumen investasi ini.

Apa Itu Investasi Saham?

investasi saham

Pengertian Saham

Saham merupakan sebuah dokumen yang mewakili kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Semakin besar nilai investasi saham yang dimiliki seorang investor di suatu perusahaan, maka semakin besar pula persentase kepemilikannya di perusahaan tersebut.

Sebagai pemilik, para pemegang saham mempunyai hak mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen di setiap periodenya dan juga capital gain.

Cara Berinvestasi Saham

Kamu dapat mulai dengan mendaftar ke platform-platform yang memfasilitasi investasi saham. Usahakan pilih platform yang sudah diakui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah mendaftar, kamu dapat mengakses informasi mengenai pasar modal melalui platform yang kamu pilih. Biasanya, kamu juga dapat membeli dan menjual  saham melalui aplikasi yang sama. Kamu harus membeli minimal 100 lembar atau 1 lot, untuk memulai transaksi jual-beli atau investasi saham.

Sejarah Saham

Perbedaan saham dan crypto dapat dilihat dari sejarahnya, di mana investasi saham memiliki sejarah yang lebih panjang dan tua. Berawal di Venesia pada tahun 1300an, para pemberi pinjaman uang di Eropa memperdagangkan sekuritas pada masyarakat dengan tujuan menurunkan risiko dari pinjaman dan bunga tinggi.

Sistem tersebut kemudian berkembang dan para pelakunya mulai dikenal dengan sebutan broker. Barulah di tahun 1513, Belgia meluncurkan semacam bursa efek di Antwerp, yang berfungsi untuk tempat bertemunya para pialang dan pemberi pinjaman untuk kebutuhan bisnis, pemerintahan, dan utang-piutang individu.

Bentuk kemitraannya berupa bisnis dan permodalan dengan timbal balik pendapatan. Tetapi, belum ada bentuk resmi seperti dokumen saham saat ini yang bisa dipindahtangankan. Seiring waktu, dengan mengikuti kebutuhan pasar sistem permodalan pun mengalami revolusi.

Bursa saham resmi pertama adalah Amsterdam Stock Exchange yang didirikan tahun 1602 di Amsterdam, Belkamu. Bursa ini diprakarsai oleh Dutch East India Company (Verenigde Oostindische Compagnie) atau yang lebih kita kenal sebagai VOC. Bursa efek tertua ini jadi yang pertama memperdagangkan saham dan obligasi secara resmi di dunia.

Apa Itu Investasi Aset Crypto?

cryptocurrency

Pengertian Cryptocurrency

Cryptocurrency adalah istilah untuk mata uang digital yang dapat digunakan untuk transaksi secara peer to peer (langsung antar pengguna) tanpa melalui perantara pihak ketiga, seperti bank.

Transaksi cryptocurrency menggunakan jaringan komputer dan dijalankan dengan teknologi blockchain memakai algoritma perhitungan matematis tertentu yang disebut cryptography. Contoh aset cypto diantaranya, Bitcoin, Ethereum, Dodge dan lainnya.

Berbeda dengan investasi saham yang mendapatkan keuntungan dari capital gain dan dividen, investasi aset crypto mencari keuntungan dari selisih harga saat membeli dan menjual atau dari pendapatan proyek-proyek yang dijalankan menggunakan cryptocurrency tersebut.

Cara Berinvestasi Crypto

Investasi crypto bisa dilakukan menggunakan berbagai platform digital yang tersedia. Di Indonesia sendiri sudah banyak platform yang menyediakan layanan trading cryptocurrency, seperti Indodax, Tokocrypto, dan lainnya.

Berbeda dengan saham yang diawasi OJK, transaksi dan platform terkait cryptocurrency di tanah air diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Silahkan cek 5 cara investasi crypto untuk informasi lebih lengkap tentang cara investasi di mata uang digital ini.

Sejarah Cryptocurrency

Awal adanya cryptocurrency ditandai dengan peluncuran Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto pada 2009. Kemudian kemunculan Bitcoin tersebut mulai diikuti dengan banyak aset serupa yang mulai bermunculan, seperti Litecoin (hardfork Bitcoin) dan Swiftcoin.

Sedangkan untuk platform exchange aset crypto pertama berasal dari Jepang dengan nama Mt.Gox. Platform yang beroperasi antara tahun 2010 hingga 2014 ini menangani 70 persen transaksi investasi dan trading crypto di seluruh dunia dan sempat menjadi leader platform exchange serta perantara transaksi Bitcoin terbesar dunia.

Kelebihan Saham vs Crypto

Sudah banyak diketahui bahwa masing-masing investasi memiliki kelebihan tersendiri. Jika dibandingkan saham vs crypto maka berikut beberapa kelebihan di antara kedua instrumen investasi tersebut:

Saham

  • Memiliki regulasi serta aturan yang jelas
  • Jenis industri emiten yang dapat dipilih bervariasi
  • Dividen didapatkan secara rutin setiap periodenya
  • Mendapatkan hak untuk berpartisipasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham
  • Minim dari tindak pencurian aset

Crypto

  • Potensi peningkatan harga sangat tinggi di masa mendatang
  • Saingan Investor yang masih tidak terlalu banyak
  • Biaya transaksi yang terbilang cukup rendah dibanding saham
  • Bisa digunakan untuk transaksi di seluruh dunia
  • Tidak melalui perantara pihak ketiga sehingga tidak dibebani oleh aturan pihak ketiga tersebut
  • Harga meningkat di tengah pandemi saat ini

Kekurangan Saham vs Crypto

Selain keuntungan, tentu saja setiap instrumen investasi memiliki kekurangannya masing-masing yang akan diterjemahkan sebagai risiko. Berikut kekurangan investasi saham vs crypto:

Saham

  • Risiko pasar (naik turunnya harga yang terjadi di pasar modal akibat pengaruh dari beberapa faktor, seperti sentimen publik, nilai tukar mata uang asing, suku bunga, pandemi, dan lainnya)
  • Risiko suspensi (pemberhentian transaksi perdagangan akibat faktor tertentu)
  • Risiko delisting (Hilangnya sebuah perusahaan dari daftar nama yang ada di pasar perdagangan karena faktor tertentu)
  • Risiko dividen (Pembagian keuntungan yang bisa saja tidak diberikan karena faktor tertentu)
  • Risiko keamanan (kondisi politi dan keamanan sebuah negara tempat kamu berinvestasi)

Crypto

  • Risiko legalitas (berbenturan peraturan Pemerintah yang berlaku di suatu wilayah)
  • Risiko likuiditas (tingkat kemudahan suatu aset crypto untuk diperjualbelikan dan dikonversi ke valuta lain)
  • Risiko pasar (Harga jual beli aset di bursa perdagangan yang fluktuatif)
  • Risiko operasional (Kendala teknis yang bisa saja terjadi di platform exchange yang digunakan)
  • Risiko serangan siber (Tindak pencurian aset crypto)

Mana yang lebih menguntungkan?

saham vs crypto

Sebenarnya, jika membicarakan mana yang lebih menguntungkan di antara saham vs crypto, maka tidak ada jawaban pasti karena semuanya kembali ke preferensi masing-masing. Yang jelas sekarang kamu sudah tahu, dari mulai bentuk komoditinya saja kedua investasi ini sudah berbeda.

Jika mempertimbangkan beragam variabel, bisa saja di kondisi tertentu saham lebih menguntungkan dan di kondisi lain malah sebaliknya. Hal tersebut sangat bergantung pada strategi, kebutuhan dan tujuanmu dalam berinvestasi.

Itulah pembahasan masalah saham vs crypto. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, akan banyak membantu dalam menentukan di mana kira-kira kamu nyaman menyimpan sejumlah uang untuk diinvetasikan.

BACA JUGA:  Cara Membeli Cryptocurrency 2021 di Indodax dengan Mudah
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *