Saturday, December 4, 2021
HomeDigital MarketingSEO vs SEM - Definisi, Persamaan, Perbedaan, dan Strategi

SEO vs SEM – Definisi, Persamaan, Perbedaan, dan Strategi

Anda ingin bisnis online Anda mendapatkan banyak sales atau setidaknya mudah ditemukan oleh calon pembeli?

Website Anda perlu memiliki peringkat yang baik di mesin pencarian seperti Google.

Pertanyaannya adalah: bagaimana caranya agar brand atau website saya bisa masuk ke mesin pencarian?

Ahli digital marketing sudah pasti akan mengatakan bahwa Anda membutuhkan strategi SEO dan/atau SEM.

Dan/atau? Dua-duanya ya?

Nanti akan kita bahas lebih lanjut.

Definisi SEO vs SEM

Jika kalian sudah cukup lama berkecimpung di dunia digital marketing, pasti sudah familiar dengan kedua istilah ini: Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM).

Dilihat dari namanya, baik SEO dan SEM sangat mengandalkan mesin pencarian atau search engines.

Sederhananya:

SEO adalah strategi pencarian organik (organic).

SEM adalah strategi pencarian berbayar (paid).

Strategi ini sama-sama melibatkan mesin pencarian seperti Google, Bing, Yandex, dan lainnya.

Strategi ini juga sama-sama bertujuan untuk mendatangkan trafik ke website Anda.

Perbedaannya hanya dalam strategi, SEO mengandalkan organik sedangkan SEM mengandalkan trafik berbayar.

Meskipun berbeda, tetapi kedua strategi ini saling berkaitan erat.

Bahkan, Anda bisa mengkombinasikan SEO dan SEM dalam strategi marketing online bisnis Anda.

Definisi diatas masih terlalu sederhana?

Mari kita perdalam lagi.

Search Engine Optimization (SEO) adalah strategi yang bertujuan untuk meningkatkan trafik website dengan menaikkan posisi website ke peringkat yang teratas di mesin pencarian secara organik, bukan berbayar.

Algoritma Google juga selalu berubah, oleh karena itu teknik SEO bisa saja berubah.

Namun pembagian strategi SEO akan tetap didominasi oleh On-Page SEO dan Off-Page SEO.

Lebih lanjut akan kita bahas dibawah.

Sedangkan, Search Engine Marketing (SEM) adalah strategi mendapatkan trafik suatu website dengan memanfaatkan iklan berbayar untuk membuat suatu website bisa muncul di mesin pencarian.

Hal yang perlu diperhatikan dalam SEM adalah keywords.

Hasil penelusuran Google dibagi menjadi dua kategori: hasil penelusuran organik dan hasil penelusuran berbayar.

Seperti yang Anda lihat diatas, hasil teratas (yang ada kata ‘iklan’) adalah iklan berbayar, sedangkan dibawahnya adalah hasil organik.

Jika Anda ingin mendapatkan trafik organik, SEO adalah strategi yang harus Anda gunakan.

Tetapi jika Anda tidak ingin terlalu direpotkan dengan teknik dan urusan SEO lainnya, maka manfaatkanlah SEM.

Tetapi ingat, SEM itu membutuhkan biaya yang lebih tinggi.

Perbedaan Strategi SEO vs SEM

Strategi SEO

Industri SEO sangat dinamis, terus berubah-ubah karena Google sering melakukan update terhadap algoritma mesin pencarian mereka.

Tetapi ada aspek-aspek yang tetap ada di SEO adalah On-Page SEO Off-Page SEO, dan Technical SEO.

On-Page SEO: Disebut juga On-Site SEO, bertujuan untuk mengoptimalkan setiap halaman website terhadap keyword tertentu, atau membuatnya menjadi ‘menarik’ bagi mesin pencarian dan juga pengguna.

Strateginya termasuk keyword research, konten yang unik, image optimization, meta tag, dan banyak lagi.

Off-Page SEODisebut juga sebagai Off-Site SEO, merupakan strategi SEO yang bertujuan untuk membangun bagian luar dari suatu website seperti otoritas dan reputasi website tersebut.

Strateginya termasuk link building, dan lainnya.

Technical SEO: Teknik satu ini jangan pernah dilupakan karena sangat penting. Jenis SEO satu ini bertujuan untuk mengoptimalkan elemen-elemen sebuah website seperti struktur backend, serta arsitektur website.

Yang termasuk dengan strategi technical SEO adalah mobile usability, kecepatan website, UI/UX, keamanan, dan lainnya.

Lalu, untuk apa semua teknik-teknik tersebut?

Semua teknik ini (atau SEO secara umum) bertujuan untuk menunjukkan kepada mesin pencarian (Google) apakah website Anda memiliki 3 kriteria berikut ini:

  1. Relevansi: Google mencari halaman yang paling relevan dengan suatu keyword.
  2. Otoritas: Ini adalah cara Google untuk menentukan apakah website Anda itu akurat dan dapat dipercaya.
  3. Kegunaan: Google tidak akan pernah memberikan peringkat teratas di mesin pencarian kepada website yang memiliki konten yang tidak berguna bagi pengguna Google.

Google sangat menekankan ketiga kriteria tersebut, mengapa?

Google menginginkan bahwa website-website di mesin pencarian mereka itu memang berguna untuk pengguna Google.

Itulah mengapa website yang memiliki konten yang berkualitas, otoritas website tinggi, dan kecepatan website yang wuuush itu sering berada di posisi pertama di Google.

Strategi SEM

Intinya, strategi-strategi SEM melibatkan hal-hal yang berbayar untuk membantu website Anda muncul di penelusuran, seperti iklan Pay Per Click (PPC), dan iklan berbayar di platform khusus Google (My Google Business, Google Shopping, dll).

Jadi sudah terlihat, perbedaan utama antara SEO vs SEM adalah bahwa SEO adalah strategi (yang hampir) tidak berbayar, sedangkan SEM adalah strategi berbayar.

Salah satu strategi SEM yang paling populer adalah melalui platform iklan.

Google Ads adalah platform periklanan internet paling populer, lalu ada Facebook Ads, Linkedin Ads, Bing Ads, dan lainnya.

Terkadang Anda harus melakukan keyword research (seperti halnya SEO) sebelum membuat iklan yang menargetkan keyword/kata kunci paling menguntungkan untuk niche, produk, atau layanan Anda.

Kemudian saat pengguna menelusuri kata kunci tersebut, mereka akan melihat iklan Anda di bagian atas atau bawah hasil pencarian.

contoh sem

Dari gambar diatas, Anda bisa melihat iklan mengenai email marketing.

Coba Anda lakukan pencarian di Google dengan keyword “email marketing”.

Anda mungkin akan melihat halaman yang sama seperti saya.

Ada artikel yang memang murni bisa muncul di halaman teratas Google, ada juga yang memang berbayar (iklan) seperti di screenshot diatas.

Persamaan SEO vs SEM

  1. Baik SEO maupun SEM membantu sebuah brand untuk muncul di hasil penelusuran. Keduanya bertujuan untuk membantu brand atau website muncul di posisi teratas di mesin pencarian.
  2. SEO dan SEM sama-sama dirancang untuk membawa dan meningkatkan trafik ke suatu website. Jadi akan membantu sebuah brand untuk lebih dikenal oleh banyak orang.
  3. Kedua teknik ini memerlukan keyword research untuk menemukan keyword yang populer di niche Anda. Penelitian kata kunci ini dilakukan untuk mengidentifikasi keyword terbaik untuk Anda targetkan dalam penerapan SEO maupun SEM
  4. Baik SEO maupun SEM memerlukan pengoptimalan yang berkelanjutan (secara terus menerus). Saat mempelajari SEO dan SEM Anda harus mengetahui bahwa setelah diterapkan, Anda harus tetap mengoptimasi dan ‘merawat’ SEO dan SEM tersebut. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Perbedaan SEO vs SEM

Selain strategi organik vs berbayar, apa perbedaan utama di antara keduanya?

  1. Dampak SEM bisa langsung, sedangkan SEO membutuhkan waktu. Setelah iklan dipublikasikan, maka efek SEM bisa langsung dirasakan. Sedangkan SEO adalah sesuatu yang Anda peroleh dari waktu ke waktu. Apalagi kalau website Anda itu baru dan belum mempunyai backlink atau authority yang bagus.  Jadi diperlukan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan sebelum situs web mulai mendapat peringkat di mesin pencarian.
  2. Jika Anda menggunakan SEM, Anda akan melihat kata ‘ad’ atau ‘iklan’ di mesin pencarian Anda. Jadi pengguna Google akan tau bahwa publikasi Anda tersebut merupakan iklan. Sedangkan hasil pencarian yang muncul sebagai hasil dari SEO organik tidak seperti itu.
  3. Hasil pencarian SEM memiliki fitur tambahan. Saat membandingkan SEM dan SEO, Anda juga akan menemukan perbedaan dalam tampilan hasil penelusuran. Menggunakan SEM, Anda dapat menambahkan link website Anda, nomor telepon serta informasi tambahan lainnya.
  4. Anda harus membayar (kepada platform iklan) setiap kali pengguna mengklik iklan Anda. Berbeda dengan SEO, Anda tidak perlu membayar apapun meskipun website Anda di klik ribuan kali. Jadi Anda harus memiliki budget untuk terus menampilkan iklan SEM Anda. Kalau budget Anda sudah habis, kemungkinan besar iklan Anda akan hilang.
  5. Anda akan lebih mudah memilih target audiens Anda. Melalui SEM, Anda dapat memilih audiens yang Anda inginkan untuk melihat iklan Anda berdasarkan usia, lokasi, pendapatan, dan lainnya. Tetapi dengan SEO, Anda tidak bisa melakukan hal tersebut.

Artikel ini diproduksi dan dipublikasikan oleh Pinter Internet. Segala hak cipta terhadap postingan ini dipegang oleh operator Pinter Internet, kecuali dinyatakan sebaliknya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments