Standar Token Ethereum: ERC20 vs ERC721 vs ERC1155

  • 3 min read
  • Jun 29, 2021
Standar Token Ethereum ERC20 vs ERC721 vs ERC1155

Kenapa harus ada standar token Ethereum?

Ethereum adalah jaringan blockhain yang membuka kesempatan untuk para pengembang membuat token sendiri di jaringan mereka. Ethereum berperan sebagai pihak ketiga yang memfasilitasi para pengembang tersebut.

Perlu diketahui, Ethereum sendiri mempunyai mata uang kripto bernama Ether. Namun jika orang lain (para pengembang) mau nebeng membuat aplikasi dan mengeluarkan mata uang sendiri (token) di jaringan mereka, maka jaringan Ethereum membolehkannya. Tentu saja ada biaya yang dibayar menggunakan Ether.

Nah karena banyak yang nebeng itu, maka jaringan Ethereum mengeluarkan standar token. Dengan standar token Ethereum ini membuat para pengembang lebih mudah untuk membuat token.

Standar token ini diperlukan untuk membuat smart contract, di mana smart contract berfungsi untuk memberikan identitas unik pada token sekaligus memberikan nilai dari token tersebut.

Pada tahun 2015, bersama dengan bertumbuhnya jaringan Ethereum, smart contract pun muncul dan membukakan kemungkinan baru bagi desentralisasi.

Pengenalan smart contract pada dunia membuat para pengembang dapat membangun platform untuk ‘melarikan diri’ dari skema ponzi yang ada di sistem finansial tradisional.

Kehadiran Ethereum dan smart contract ini bisa dibilang menjadi pengantar ke generasi cryptocurrency 2.0. karena setalah kemunculannya banyak mata uang crypto baru yang dibuat, apalagi kebanyakan diantaranya memakai Ethereum sebagai Host.

Jadi sangat wajar jika Ethereum menerbitkan standar token dengan berbagai jenis untuk menampung semua kebutuhan para pengembang dalam menciptakan mata uang baru yang makin sini makin kompleks.

Diantara standar token Ethereum, ada beberapa yang begitu populer dan nyaris memonopoli persaingan, yaitu ERC20, ERC721 dan ERC1155. Masing-masing mewakili jenis cryptocurrency yang ada.

Agar lebih jelas, Pinterinternet akan menjelaskan ketiga standar token Ethereum tersebut. Silahkn simak berikut penjelasnnya

ERC-20 (Standar untuk Fungible Token)

ERC-20 ini merupakan standar token Ethereum yang ditemukan pada tahun 2015 oleh seorang pemuda yang pada saat itu berumur 19 tahun, Fabian Vogelsteller. Hadirnya ERC-20 menjadi satu solusi baru karena membuat kontrak unik pada cryptocurrency menjadi mudah.

ERC-20 membuat standarisasi dalam penamaan fungsi serta parameter. Standarisasi tersebut dapat  dipanggil dengan mudah dengan satu interface. Sehingga seluruh token yang kompatibel dengan standar ini dapat berkomunikasi menggunakan interface yang sama.

Dengan adanya ERC-20, satu interface dapat digunakan untuk semua token dengan basis yang sama. Kemudahan ini yang membuat token ERC-20 menjadi sangat terkenal. Selain itu, kesuksesan berbagai ICO berbasis ERC-20, seperti EOS, Bankex, Bancor dan Tron juga turut mengangkat popularitas ERC-20.

Pada dasarnya ERC-20 adalah fungible token atau token yang tidak dapat ditukar dengan aset dalam bentuk atau nilai lain. Jadi setiap token pada ERC-20 memiliki nilai yang sama persis. Ini seperti uang, uang koin Rp 500 akan sama nilainya dengan koin Rp 500 lainnya.

Mengacu pada data dari Etherscan, tercatat saat artikel ini dibuat ada 426,445 kontrak berbasis ERC20.

standar token Ethereum - jumlah token ERC20

ERC-721 (Standar untuk Non-fungible Token)

ERC-721 bisa dibilang token yang lebih canggih dari ER-20 yang digolongkan Non-fungible token. Jika ERC-20 adalah jenis token untuk aset seperti uang. ERC-721 merupakan standarisasi token untuk mewakili suatu aset fisik, seperti kartu bisbol, peliharaan digital atau senjata dalam games.

Pada ERC-721 setiap token benar-benar unik dan dapat memiliki nilai berbeda. Contohnya hewan peliharaan, sebut saja kucing, jika kamu memelihara kucing maka kucing milikmu pasti memiliki karakteristik tertentu.

Warna bulu, bentuk muka dan ciri lainnya pada kucing mu akan berbeda dengan kucing milik orang lain. Dengan token ERC-721 kamu dapat mewakili kepemilikan kucing dan ciri-ciri khusus untuk kucing tersebut.

ERC-721 membuat kepemilikan item yang unik dapat terjadi. Token di ERC 721 dapat mendefinisikan serangkaian perilaku dan peristiwa pada kontrak token. Termasuk untuk pemilik pertama, pergantian kepemilikan, dan informasi unik tentang item yang sifatnya tidak dapat dipertukarkan.

Saat artikel ini ditulis, Etherscan mencatat ada 12.794 kontrak berbasis ERC-721 di seluruh dunia.

jumlah token ERC721

ERC-1155 (Standar Token Ethereum Hybrid)

ERC-1155 adalah sebuah standar token Ethereum yang diciptakan oleh sebuah perusahaan bernama Enjin. Token ini dapat menjadi aset fungible (mata uang) dan non-fungible (kartu koleksi, binatang peliharaan dan aset dalam games), bahkan semi-fungible.

Dengan menggunakan jaringan Ethereum, ERC-1155 di klaim aman, dapat diperjualbelikan dan kebal peretasan.  Standar token ini dapat mewakili berbagai aset bahkan diluar ekosistem game dalam blockchain Enjin, jadi satu aset -misalnya pedang- dapat digunakan di berbagai games.

Standar token Ethereum satu ini muncul akibat berkembangnya games dan platform blockchain yang membuat banyak developer games mengeluarkan berbagai jenis token. Kebutuhan akan satu standar yang bisa mendukung token-token jenis baru tersebutlah yang memicu hadirnya ERC-1155.

Meski begitu, standar token satu ini tidak hanya diperuntukkan bagi games. Kelebihannya yang memungkinkan untuk mengirim berbagai jenis token sekaligus dapat bermanfaat untuk trading  dan mem-bundling  transaksi sehingga dapat menghemat pengeluaran.

Mana yang Terbaik?

Seperti semua standarisasi  lainnya yang berlaku pada sebuah ekosistem, kebutuhan yang terus berkembang akan meminta pembuatan standar baru yang sesuai dengan perkembangan tersebut.

Proses ini sangat penting, agar ekosistem tersebut dapat tetap relevan dengan perkembangan yang ada. Begitu juga dengan ekosistem cryptocurrency, standar-standar token yang muncul didorong oleh kebutuhan untuk mengisi kekosongan yang tidak dapat diisi oleh pendahulunya.

Ada kelebihan dan kekurangan yang menempel di setiap standarisasi. Hal tersebut membuat masing-masing standar tidak dapat dibandingkan satu dengan lainnya secara apple to apple.

Mungkin yang paling benar dilakukan saat ini adalah menggunakan suatu standar sesuai dengan kebutuhan yang bisa diselesaikan oleh standar token tersebut.

Sudah pasti ke depannya dunia cryptocurrency akan terus berkembang, sehingga informasi dasar seperti ini jadi konsumsi wajib jika ingin mempersiapkan diri untuk menghadapi perkembangan tersebut.

Jika kamu begitu tertarik dan ingin mengetahui lebih banyak tentang cryptocurrency, silahkan baca lebih banyak artikel kami tentang kripto yang lain di sini.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *