5 Tips Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula

  • 3 min read
  • Jun 04, 2021
5 Tips Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula

Tips cara investasi cryptocurrency untuk pemula adalah informasi yang cukup banyak diburu. Tidak heran, karena melihat tren investasi cryptocurrency yang terus meningkat seperti saat ini. Apalagi berbagai aset kripto terus saja mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Jika kamu belum tahu, cryptocurrency adalah mata uang digital yang digunakan dalam transaksi virtual. Mata uang ini dibangun dari kode-kode pemrograman yang cukup rumit yang dirangkai sedemikian rupa agar keamanan investasi cryptocurrency terjaga.

Nama cryprocurrency sendiri diambil dari gabungan dua kata, yaitu “cryptography” yang berarti kode rahasia dan “currency” yang secara bahasa diartikan mata uang.

Sekarang sebagai seorang pemula mungkin kamu masih mempertanyakan, apa investasi cryptocurrency itu aman dan menjanjikan?

Legalitas Investasi Cryptocurrency

Di Indonesia sendiri, regulasi jual beli aset cryptocurrency diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melalui kebijakan yang mereka keluarkan. Hal ini jadi indikator bahwa investasi cryptocurrency bukan jenis investasi yang tidak jelas, karena sudah diakui secara legal.

Biar tambah yakin, silahkan cek dasar hukumnya disini.

Namun tentu saja, selain mengecek legalitasnya, sebagai pemula kamu membutuhkan pemahaman mendasar terkait cara investasi cryptocurrency, agar investasimu lebih aman dan minim risiko.

Instrumen investasi satu ini memiliki risiko yang memang cukup besar, apalagi jika kamu terjun langsung dengan pengetahuan yang kurang. Simak tips kami untuk membantumu dalam memulai investasi di aset digital cryptocurrency.

5 Tips Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula

1. Pilih Media Exchange yang Tepat

cara investasi crypto

Ketika berniat untuk berinvestasi aset crypto, memilih media exchange untuk bertransaksi merupakan faktor yang cukup penting demi memastikan keamanan investasi kriptomu. Pastikan media exchange yang dipilih legal dan terdaftar resmi di Bappebti.

Tercatat, ada sekitar 13 perusahaan atau entitas yang telah diakui oleh Bappebti sebagai pedagang aset kripto, yaitu:

  • PT Crypto Indonesia Berkat (Tokocrypto)
  • PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit)
  • PT Tiga Inti Utama (Triv)
  • PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax)
  • PT Pintu Kemana Saja (Pintu)
  • PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex)
  • PT Luno Indonesia Ltd (Luno)
  • PT Bursa Cripto Prima
  • PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Rekeningku)
  • PT Indonesia Digital Exchange (Digital Exchange)
  • PT Cipta Koin Digital (Koinku)
  • PT Trinity Investama Berkat (Bitocto)
  • PT Plutonext Digital Aset.

2. Lakukan Analisis Dasar pada Aset Crypto yang Diminati

jenis cryptocurrency

Investasi Bitcoin (BTC) memang sangat populer, namun jenis-jenis mata uang kripto yang beredar di pasaran jauh lebih banyak lagi. Seperti Ethereum (ETH), Binance (BNB), Ripple (XRP), Cardano (ADA), dan lainnya.

Nah, analisis dasar saat trading aset cryptocurrency merupakan aktivitas evaluasi faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi nilai dari aset digital tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui nilai sesungguhnya dari sebuah aset atau sekuritas.

Cara paling mudah untuk melakukan evaluasi ini adalah dengan mengunjungi website dari aset kripto tersebut, di sana akan kamu temui berbagai informasi terkait yang dibutuhkan. Rekomendasi yang harus dibaca dari website adalah whitepaper atau litepaper.

Dokumen tersebut memuat informasi rinci mengenai proyek yang dikerjakan dan juga roadmap pengembangan ke depannya. Selain itu, siapa pendirinya dan seperti apa komunitasnya di media sosial juga dapat jadi bahan pertimbanganmu.

Namun perlu jadi catatan, untuk menjaga terlalu banyak informasi yang masuk ke kepalamu, sehingga membuatmu yang pemula jadi kebingungan, tidak perlu mempelajari semua jenis kripto, cukup beberapa saja yang memang kamu minati.

3. Lakukan Analisis Teknikal

grafik candlestick

Setelah analisis dasar, hal penting dalam investasi cryptocurrency berikutnya adalah analisis teknikal. Kebanyakan trader cryptocurrency menggunakan indikator teknikal mengetahui pergerakan harga suatu aset.

Harga aset cryptocurrency tidak dapat ditebak, karena fluktuasinya sangat bergantung pada perilaku penggunanya, baik pembeli maupun penjual. Jadi, analisis teknis yang tepat dan akurat sangat diperlukan dalam investasi cryptocurrency.

Analisis teknis membantumu dalam memprediksi nilai mata uang cryptocurrency di masa depan yang diperlukan untuk mendapatkan keuntungan.

Secara umum, analisis teknikal merupakan sebuah teknik untuk memprediksi pergerakan harga dengan membaca grafik. Nah, grafik sendiri bermacam-macam salah satu yang paling populer adalah candlestick.

Candlestick ini seperti namanya, bentuk grafik jenis ini menyerupai lilin dan mudah dipelajari, bahkan untuk pemula. Candlestik merekam perubahan harga dari waktu ke waktu dengan gambaran kotak-kotak bersumbu mirip lilin dengan warna-warna yang menarik.

4. Perhatikan Spread

grafik cryptocurrency

Ada skema biaya layanan yang dibebankan pada trading aset Cryptocurrency, seperti biaya pembelian dan penarikan. Selain itu, perlu juga memperhatikan spread.

Spread adalah margin antara harga order beli tertinggi dengan order jual terendah di dalam pasar pertukaran (exchange). Ketika bertransaksi, demi mendapat profit, penjual kerap mematok harga yang tinggi. Sementara pembeli selalu meminta harga rendah.

Prilaku penjual dan pembeli tersebut yang memunculkan spread. Bisa dikatakan, spread adalah selisih harga antara permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar crypto. Spread ini mempengaruhi likuiditas dan volatilitas harga.

5. Hati-hati dengan Diversifikasi Portofolio

Warren Buffet

Jika kamu adalah pemula yang baru belajar cara investasi cryptocurrency, kamu mungkin sudah mendengar istilah diversifikasi portfolio sebagai bagian dari manajemen risiko.

Diversifikasi adalah pembagian investasi ke lebih dari satu jenis aset saja dengan tujuan untuk memaksimalkan keuntungan sehingga hasil investasi dapat lebih stabil.

Banyak yang mengatakan betapa pentingnya melakukan diversifikasi portofolio. Namun jika kamu melihat beberapa investor ternama, kamu akan temukan portfolio mereka sangat terkonsentrasi.

Sebut saja Warren Buffett, investor fenomenal dunia ini memiliki portfolio yang terkonsentrasi. Menurut Buffett, diversifikasi berlebihan menimbulkan “risiko rendah, keuntungan rendah.” Dia berpendapat bahwa diversifikasi membuang-buang waktu.

Warren Buffett juga mengatakan, bahwa diversifikasi luas hanya dilakukan oleh investor yang tidak memahami apa yang mereka lakukan.

Itulah 5 tips cara investasi cryptocurrency untuk pemula. Agar mendapat keuntungan maksimal memang diperlukan pengetahuan yang mumpuni dalam berinvestasi di aset kripto. Semoga tips dasar ini bisa membantumu dalam menentukan dimana uang-uangmu akan diinvestasikan.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *