White Hat SEO: Apa Itu, Teknik, Dan Mengapa Penting

  • 4 min read
  • Apr 11, 2021

Di dunia ini ada yang baik, ada yang “jahat”.

Kebanyakan orang biasanya lebih menginginkan hal-hal yang baik karena hasilnya juga lebih tahan lama dan juga lebih murni.

Begitu juga di SEO, ada SEO “baik” (white hat) dan “jahat” (black hat).

Pelajari lebih lanjut mengenai apa itu white hat SEO.

Apa Itu White Hat SEO?

Warna putih – biasanya di identikkan dengan hal-hal yang “suci”, “bersih”, dan “baik”.

Itulah mengapa teknik ini disebut sebagai White Hat SEO, atau jika diterjemahkan menjadi “Teknik SEO Topi Putih”.

Kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia jadi aneh ya haha.

Lalu apa yang dimaksud dengan White Hat SEO?

Istilah White Hat SEO mengacu pada taktik SEO yang tidak melanggar syarat dan ketentuan mesin pencarian, termasuk Google.

White Hat SEO adalah kebalikan dari Black Hat SEO.

Secara umum, White Hat SEO mengacu pada praktik apapun yang meningkatkan peringkat website Anda di halaman mesin pencarian sambil tetap mempertahankan integritas website Anda di mata Google dengan tetap mematuhi peraturan dan persyaratan mereka.

Mudah dimengerti, bukan?

Teknik White Hat SEO

teknik white hat seo

Berikut ini merupakan beberapa contoh teknik White Hat SEO yang bisa Anda terapkan di website Anda:

Mempublikasikan konten yang berkualitas ke website Anda

Pasti Anda pernah mendengarkan orang-orang mengatakan “Content is the King”.

Mereka ga salah, karena kualitas konten itu masih menentukan apakah website Anda akan mendapatkan peringkat atau tidak.

Menerapkan White Hat SEO berarti website Anda memiliki konten yang berkualitas.

Konten Anda juga harus relevan, memiliki otoritas yang tinggi serta memang menjawab “pertanyaan” dan “kebutuhan” pengguna Google.

Hati-hati juga dengan penggunaan keyword, penggunaan keyword secara berlebihan (keyword stuffing) menAndakan bahwa konten Anda tersebut tidak berkualitas.

Dan Google tidak menyukai keyword stuffing atau keyword spamming.

Rumus membuat konten sekarang ini: tulislah konten yang ingin dibaca oleh manusia, bukan mesin pencarian.

Kecepatan loading website yang wuuuushh

Bayangkan saja jika Anda sedang mengunjungi suatu website, tapi lemotnya minta ampun.

Anda tunggu kah?

Mungkin.

Tapi kebanyakan orang, termasuk saya, akan langsung close website itu dan cari website yang lain.

Logikanya mudah, kalian juga pasti tau kalau manusia itu ga sabaran.

Apalagi kalau banyak pilihan.

Jangan lupa kalau Anda punya banyak pesaing.

Anda coba saja search keyword “cara mendapatkan pacar”.

Ada banyak sekali website yang membahas mengenai keyword tersebut.

Nah, pengguna Google akan lebih memilih website yang lebih wuuusshsh.

Tidak keyword stuffing atau keyword spamming.

Larangan ini muncul ketika Google mengupdate algoritma mesin pencarian mereka.

Apa yang dimaksud dengan keyword stuffing?

Keyword stuffing adalah upaya menggunakan keyword yang sama berkali-kali (baca= terlalu sering) dalam sebuah konten/artikel.

Contoh, keyword utama artikel 1000 kata Anda adalah “cari pacar”.

Kalau kata “cari pacar” tersebut muncul 100 kali, maka itu namanya keyword stuffing atau keyword spamming.

Dan Google sangat-sangat tidak menyukai hal tersebut.

Algoritma Google secara otomatis akan langsung bisa mendeteksi apakah artikel/konten website Anda tersebut keyword stuffing atau tidak.

Biasanya (untuk amannya), pastikan keyword utama Anda tidak lebih 1-3% banyaknya dari jumlah kata artikel Anda.

Jadi kalau artikel Anda berjumlah 1000 kata, maka keyword Anda maksimal muncul 10-30 kali.

Percaya lah, keyword stuffing itu ga berguna lagi di algoritma Google sekarang ini.

Contohnya artikelnya Brian Dean di Backlinko tentang Youtube SEO.

Kalau kalian ketikkan keyword “Youtube SEO”, website Backlinko itu ada di pejwan.

Artikelnya itu sekitar 2000-3000 kata, tapi keyword utamanya “Youtube SEO” hanya muncul 9 kali.

Kalian boleh cek sendiri.

Website yang mobile friendly

Hampir 60% pengguna internet menggunakan ponsel untuk mengakses internet.

Artinya, jika website Anda tidak dioptimalkan untuk mobile/smartphone, maka Anda kehilangan hampir 60% trafik Anda.

Jika website Anda tidak mobile friendly, maka pengunjung akan mudah bosan – langsung kabur dari website Anda.

Cara mengetahui apakah website ataupun postingan Anda mobile friendly itu mudah.

Cukup ketik saja URL website Anda di Google Mobile Friendly Checker.

Jika website Anda tidak mobile friendly, maka tool gratis Google tersebut akan memberikan rekomendasi mengenai apa yang harus Anda tingkatkan dan perbaiki di website Anda.

Mudah toh.

Intinya disini adalah bahwa Anda tidak ingin membuat pengunjung website Anda kebingungan waktu mengunjungi website Anda.

Anda bisa mempermudah navigasi website Anda dengan mengatur dengan baik menu, sub menu, kategori, dan lainnya.

Navigasi website yang mudah juga akan meningkatkan kepuasan pengunjung pada saat mengunjungi website Anda.

Analoginya seperti di dalam bangunan, Anda pasti tidak ingin nyasar di museum kan?

Oleh karena itulah pihak museum menyediakan map atau pemandu jalan, untuk menghindari Anda tersesat di museum – atau bahkan masuk ke ruangan staf atau ruangan terlarang.

Dan lainnya

Banyak sekali teknik White Hat SEO yang perlu Anda ketahui dan terapkan di website Anda.

Backlink yang berkualitas dan relevan, menghindari link building yang spam, duplicate content, keyword yang relevan dan lainnya.

Intinya, White Hat SEO itu adalah penerapan SEO dengan tidak melanggar ‘hukum’ yang ada di Google atau mesin pencarian lainnya.

Lawan dari White Hat SEO adalah Black Hat SEO.

Mengapa White Hat SEO Penting?

Lalu mengapa memilih White Hat SEO?

Jawaban sederhananya: untuk menghindari kemungkinan terburuk website Anda – dibanned oleh mesin pencarian.

Mau jawaban yang lebih mendalam?

Menerapkan teknik SEO selain White Hat SEO hanya akan membawa website Anda menuju jurang pinalti ataupun banned dari Google dan mesin pencarian lainnya.

Pasti siapapun tidak mau hal itu.

Menurut saya, Google adalah sumber traffic yang utama saat ini, karena memang ya, Google merupakan mesin pencarian dengan pengguna terbesar di dunia.

Jadi bayangkan saja jika website Anda di banned oleh Google karena menerapkan teknik SEO selain White Hat SEO.

Bayangkan aja dulu: traffic menurun, penghasilan menurun, website bisa saja tidak berjalan dengan baik lagi.

Bahkan ada kemungkinan terburuk lagi.

Bahwa setelah website Anda di blokir dari Google, tidak ada jaminan bahwa mereka akan mendaftarkan website Anda kembali.

Larangan seumur hidup dari Google tentu saja akan memiliki konsekuensi yang sangat luar biasa.

Jadi lebih baik tidak usah mengambil resiko gini gono, main aman itu lebih baik.

Pelajari dengan baik tentang teknik SEO yang ‘Google friendly’ atau teknik SEO yang memang disetujui atau direkomendasikan oleh Google.

diskusi white hat seo

Artikel ini diproduksi dan dipublikasikan oleh Pinter Internet. Segala hak cipta terhadap postingan ini dipegang oleh operator Pinter Internet, kecuali dinyatakan sebaliknya.

BACA JUGA:  Pengertian dan Jenis Cloud Computing
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *